Minggu, 20 Oktober 2019


DPRD Ancam Panggil Paksa Pihak SPBU

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 85
DPRD Ancam Panggil Paksa Pihak SPBU

AKSI DAMAI - Ratusan sopir truk menggelar aksi damai di Kantor DPRD Singkawang untuk menyampaikan aspirasi betapa sulitnya mendapatkan solar subsidi, Kamis (19/9) lalu

SINGKAWANG, SP - Ketua DPRD Singkawang sementara, Sujianto, sangat menyesalkan ketidakhadiran pihak SPBU untuk memberikan tanggapan dalam audiensi bersama sopir truk mengenai kelangkaan solar bersubsidi, Kamis (19/9) lalu.  

"Mereka sudah kita undang untuk memberikan tanggapan, tapi tidak ada yang datang," kata Sujianto.   Secara keseluruhan, ada sembilan SPBU yang pihaknya undang.  

"Tapi dalam audiensi kemarin, tak satu pun dari mereka yang hadir," ujarnya.   Mengenai pertemuan berikutnya, apabila diundang dan mereka tidak hadir, maka DPRD Singkawang akan memanggil secara paksa.  

"Kita punya hak dan kita bisa minta pihak kepolisian untuk memanggilnya secara paksa. Karena yang dibahas ini, menyangkut permasalahan hajat hidup orang banyak," pungkasnya.  

Pada kesempatan yang sama, Pendamping Asosiasi Sopir Truk Singkawang, M Abdurrahman juga mempertanyakan, mengapa dari pihak SPBU tidak ada yang hadir.  

"Ini menjadi pertanyaan besar bagi kita, apakah pihak SPBU tidak mampu menjelaskannya di hadapan kita," tanya dia.   Dengan tidak hadirnya dari SPBU, Abdurrahman berpendapat bahwa dugaan-dugaan terhadap SPBU semakin menguat.

"Bahwa di sini, memang ada permainan-permainan yang dilakukan oleh oknum-oknum di SPBU itu sendiri," ujarnya.  

Untuk itu, dia pun mendesak agar Pemkot Singkawang dan kepolisian untuk segera melakukan sidak ke semua SPBU untuk membuktikan indikasi-indikasi bahwa solar bersubsidi dialihkan ke peruntukan yang lain. (rud/lha)
 

Dibahas Bersama Tim Terpadu
 

Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin, berjanji akan merespons cepat permasalahan yang disampaikan para sopir truk.  

"Hasil dari pertemuan ini, akan saya laporkan ke Wali Kota untuk kita bahas bersama tim terpadu dengan melibatkan kepolisian, Satpol PP, Dinas Perizinan, dan Disperindagkop dan UKM Singkawang," katanya.  

Dia juga memberikan apresiasi kepada sopir truk karena sudah menyampaikan aspirasinya dengan jalur yang benar.  

"Namun untuk langkah-langkah selanjutnya, saya minta kepada asosiasi sopir truk bersabar sambil menunggu hasil rapat bersama tim terpadu," ujarnya. (rud/lha)