Minggu, 20 Oktober 2019


Bandara Singkawang dalam Persiapan Market Sounding

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 131
Bandara Singkawang dalam Persiapan Market Sounding

MEMBAHAS - Rapat persiapan kegiatan Market Sounding Proyek KPBU Bandar Udara Singkawang di Ruang Rapat Pekanbaru, Gedung Suhartoyo Lantai 3, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Senin (23/9) kemarin.

SINGKAWANG, SP - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menghadiri rapat persiapan kegiatan Market Sounding Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Singkawang di Ruang Rapat Pekanbaru, Gedung Suhartoyo Lantai 3, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)  Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin (23/9).

 

Tjhai Chui Mie mengatakan, dalam pertemuan tersebut dihadiri juga unsur-unsur Direktorat Bandar Udara Kementerian Perhubungan, Otto Ardianto Tenaga Ahli Menteri Perhubungan Bidang-bidang Investasi dan Keuangan, Tenaga Ahli Menteri Perhubungan Bidang Investasi dan Keuangan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Singkawang beserta jajaran serta Jajaran Bappenas.

 

Adapun materi yang dijadikan topik dalam pembicaraan adalah pembahasan rencana dan teknis pelaksanaan kegiatan Market Sounding Proyek KPBU bandar Udara Singkawang.

 

"Rencana pelaksanaan kegiatan Market Sounding Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Singkawang direncanakan akan diadakan antara tanggal 30 September dan 4 Oktober 2019, atau menyesuaikan dengan pihak Kementerian Perhubungan dan BKPM," ujarnya.

 

Dia mengatakan, rapat persiapan tersebut dilaksanakan sehubungan dengan pelaksanaan KPBU pembangunan Bandar Udara Singkawang, yang saat ini sedang dilakukan penyusunan dokumen prastudi kelayakan/Outline Business Case (OBC).

 

Salah satu kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam tahap penyusunan OBC tersebut adalah pelaksanaan penjajakan minat pasar (market sounding) yang bertujuan untuk mengetahui masukan maupun minat calon investor, perbankan, dan asuransi atas proyek KPBU yang akan dikerjasamakan.

 

"Dengan fasilitasi oleh BKPM ini, diharapkan pelaksanaan market sounding untuk proyek KPBU Bandar Udara Singkawang dapat dilaksanakan dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ungkapnya.

 

Beberapa waktu lalu, Kemenhub RI menyelenggarakan konsultasi publik kerja sama KPBU Bandar Udara Singkawang yang melibatkan Pemkot Singkawang, masyarakat, swasta, dan pemangku kepentingan terkait.

 

"Konsultasi publik ini dilakukan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat dan pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif, penegak hukum dan sebagainya," kata Kasubid Sistem Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bandar Udara Kementerian Perhubungan RI, Cecep Kurniawan.

 

Dia mengharapkan dengan konsultasi publik itu, semua dokumen dan tujuan yang hendak dicapai akan lebih baik. Namun, hal yang paling penting adalah pemerintah daerah dan pemerintah pusat kompak untuk melaksanakan rencana itu sehingga bisa membantu proses yang akan dilakukan.

 

"Hasil dari konsultasi ini juga akan menjadi bahan laporan kami kepada Menteri bahwa masyarakat dan pemerintah di Kota Singkawang sudah mendukung rencana pembangunan bandar udara baru Kota Singkawang," ujarnya.

 

Dia mengatakan, mekanisme KPBU untuk efisiensi APBN.

 

"Dengan KPBU yang biasa dibangun bertahun-tahun tergantung dengan anggaran, investor bisa langsung membangun sehingga bisa jadi lebih dipercepat," katanya. (rud/lha)

 

Harus Miliki Bandara

 

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, jika Singkawang merupakan satu destinasi wisata yang potensial harus memiliki bandara.

 

Untuk bandara Singkawang, katanya, pembangunannya harus bertahap dari menggunakan pesawat jenis ATR setelah itu pesawat yang lebih besar.

 

"Tentu dalam pembangunannya dikerjasamakan dengan pihak swasta. Artinya, tanah dibeli oleh Pemda, nanti perusahaan swasta yang membangunnya," katanya usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan bandara Singkawang, Februari 2019 lalu.

 

Ia membayangkan, jika Singkawang bisa menjadi contoh bagi seluruh Indonesia. Karena memiliki bandara yang dikelola oleh swasta.

 

Ia pun meyakini, dengan adanya bandara di Kota Singkawang tentu akan menjadi suatu daerah yang berkembang dengan baik.

 

"Karena upaya dari konektivitas ini juga bertujuan untuk meningkatkan potensi ekonomi yang ada di Singkawang," ujarnya. (rud/lha)