Minggu, 20 Oktober 2019


Bawaslu Gandeng Masyarakat dalam Kearifan Lokal

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 64
Bawaslu Gandeng Masyarakat dalam Kearifan Lokal

FOTO BERSAMA - Peserta acara pengawasan partisipatif melalui sarana kebudayaan yang mengedepankan kearifan lokal yang digelar Bawaslu Singkawang, foto bersama usai acara, di Aula Hotel Dangau Singkawang, Kamis (26/9). Ist

SINGKAWANG, SP - Komisioner Bawaslu Kalbar, Faisal Riza, membuka kegiatan pengawasan partisipatif melalui sarana kebudayaan yang mengedepankan kearifan lokal, di Aula Hotel Dangau Singkawang, Kamis (26/9).

 

"Meskipun pelaksanaan pemilu telah usai, namun Bawaslu akan tetap mengingatkan bahwa praktik-praktik demokrasi itu sangat erat kaitannya dengan kebudayaan yang dimiliki Indonesia," kata Faisal Riza.

 

Menurutnya, praktik-praktik demokrasi selalu ada dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Sehingga, perbedaan dalam pilihan politik tidak perlu diperdebatkan, yang pada akhirnya dapat menghilangkan solidaritas sosial dan kebersamaan.

 

"Melalui kegiatan ini, diharapkan menjadi upaya untuk merajut kembali potensi-potensi kehidupan sosial supaya lebih menyatu," ujarnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Singkawang, Zulita mengatakan, kegiatan ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia.

 

"Dengan harapan, Bawaslu tetap menggandeng masyarakat dalam kearifan lokal masing-masing," katanya.

 

Sehingga, pada kegiatan yang digelar baik penyelenggara maupun peserta, menggunakan baju budaya masing-masing supaya masyarakat Indonesia khususnya Singkawang selalu bergandengan tangan meski berbeda suku dan agama. Dan diharapkan, masyarakat Kota Singkawang tetap mempertahankan toleransi.

 

"Terlebih prinsip demokrasi masuk dalam toleransi umat beragama," ujarnya.

 

Meski pemilu telah usai, pihaknya akan tetap terus menggandeng peran serta masyarakat dan mengadvokasi masyarakat tentang pengawasan partisipatif masyarakat terhadap pesta demokrasi.

 

Mengingat, pengawasan partisipatif ini tidak bisa dilakukan secara instan, namun harus terus-menerus diberikan kepada tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

 

"Bawaslu Singkawang akan tetap menjadikan masyarakat yang cerdas, dapat memilih dan dipilih tanpa harus melakukan politik uang," ungkapnya. (rud/lha)

 

Jalin Silaturahmi Usai Pemilu

 

Salah satu peserta sekaligus perwakilan dari Persatuan Orang Melayu (POM) Singkawang, Sunana, menyambut baik kegiatan yang digelar Bawaslu Singkawang. Karena melalui kegiatan ini, dapat menjalin silaturahmi antaretnis di Kota Singkawang usai melaksanakan pemilu.

 

"Ke depannya, mudah-mudahan pelaksanaan pemilu di Singkawang menjadi lebih baik bahkan mantap dari tahun sebelum-sebelumnya, sesuai motto Singkawang Hebat," katanya.

 

Dia pun menilai, kegiatan yang dilaksanakan Bawaslu sangat efektif untuk dipahami masyarakat mengenai pengawasan partisipatif.

 

"Ternyata, tidak hanya dari Bawaslu saja yang mengawasi, tapi juga masyarakat ikut mengawasi. Nah, dengan sudah mendapatkan pendidikan dan pengetahuan dari Bawaslu, saya rasa masyarakat bisa memahami bagaimana sih cara mengawasi jalannya pemilu nanti," ujarnya. (rud/lha)