Senin, 14 Oktober 2019


Disperindag Bidik Malaysia Pasarkan Terasi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 43
Disperindag Bidik Malaysia Pasarkan Terasi

MENINJAU EXPO - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie bersama Konsulat Ekonomi KJRI Kuching, Malaysia, Irhamna Fitria dan Forkopimda Kota Singkawang saat meninjau stan Singkawang Expo yang digelar beberapa waktu. IST

SINGKAWANG, SP - Selain akan membina pelaku UMKM yang telah menghasilkan produk olahan, seperti keripik keladi, singkong, dan pisang di Kecamatan Singkawang Utara, Disperindagkop dan UKM Singkawang juga akan membina produk olahan terasi yang ada di Batu Burung Teluk Makjantu, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.

 

Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin mengatakan, jika UMKM yang ada di Kota Singkawang sangat luar biasa. Menurutnya, hampir semua kecamatan yang ada di Singkawang "sedang menggeliat" untuk menjadi lebih maju lagi. 

 

"Yang salah satunya adalah terasi di Batu Burung Teluk Makjantu, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan," kata Muslimin, Minggu (6/10).

 

Bahkan terasi di Kelurahan Sedau ini sudah dikenal sejak lama. Ditambah lagi, Wali Kota Singkawang juga pernah mengungkapkan bahwa salah satu produk unggulan di Singkawang ini adalah terasi.

 

"Oleh sebab itu, kami selaku penanggung jawab akan membina pelaku usaha UMKM tersebut," ungkapnya.

 

Pada umumnya, mata pencaharian masyarakat Batu Burung Teluk Makjantu adalah membuat terasi dan bertani. Oleh sebab itu, dalam pembinaannya ke depan, dia mengharapkan para pengolah terasi di Sedau ini bisa membentuk suatu kelompok.

 

"Harapannya, ketika mereka sudah membentuk kelompok UMKM, maka mereka akan bekerja menjadi lebih baik. Dan, akan mempermudah bagi Pemkot Singkawang untuk memberikan program-program pengembangan maupun bantuan untuk menjadikan mereka lebih baik," jelasnya.

 

Dia berharap, terasi yang dihasilkan masyarakat Batu Burung Teluk Makjantu, Kelurahan Sedau, bisa dikenal masyarakat Kalbar bahkan Negeri Jiran Malaysia. Jadi, tidak hanya sekadar dipajang di pinggir-pinggir jalan atau pos-pos yang ada di sepanjang pintu masuk Kota Singkawang.

 

"Oleh sebab itu, selain membantu mereka dalam pengembangan UMKM, kita juga akan membantu mereka bagaimana melakukan proses packing yang baik dan sesuai standar usaha serta perizinannya," tuturnya.

 

Setelah semuanya berjalan, pihaknya juga berjanji akan membantu memasarkan semua produk unggulan yang ada di Kota Singkawang.

 

Sebelumnya, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, meminta kepada pelaku usaha IKM dan UKM Singkawang untuk fokus dalam memproduksi produk unggulan yang ada, sehingga Pemkot Singkawang bisa membantu dalam memasarkannya.

 

"Terlebih di tahun ini kita sudah menetapkan produk unggulan, seperti terasi, mie asin, ikan asin, dan tahu," katanya.

 

Dia berharap, melalui Expo Singkawang yang digelar beberapa waktu lalu, para pelaku usaha IKM dan UKM  juga bisa memperkenalkan produk-produk unggulan mereka ke masyarakat luas.

 

Terlebih, Expo kemarin dihadiri beberapa perusahaan dari Kuching Sarawak.

 

"Saya berharap, pelaku IKM dan UKM Singkawang harus lebih kreatif dan berinovasi," ujarnya.

 

Sehingga, dengan adanya modifikasi dan sebagainya, akan membuat usahanya semakin maju dan berkembang.

 

"Dengan begitu, pelaku usaha menengah ke bawah akan sangat terbantu dan lebih banyak merekrut tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Singkawang," ujarnya. (rud/lha)

 

Ada Sejak Zaman Nenek Moyang

 

Anggota Kelompok Usaha Bersama Terasi Batu Burung Teluk Makjantu Singkawang, Supriadi mengatakan, hampir semua masyarakat Teluk Makjantu bermata pencaharian mengolah terasi.

 

Apalagi pengolahan terasi ini udah sangat lama dan sudah ada sejak zaman nenek moyang.

 

"Sudah sangat lama sekali," katanya.

 

Hanya saja, sewaktu memasarkan para pelaku usaha masih mengalami kendala terutama pada kemasan dan penampung.

 

"Kalau untuk bahan baku, kita cukup banyak," ujarnya.

 

Selama ini, pemasaran terasi untuk di luar Kalbar hanya mengharapkan ajakan dari dinas terkait.

 

"Artinya, kalau kami diajak ikut pameran di luar Kalbar, maka di situlah kesempatan bagi kami untuk memasarkannya, seperti ke Bali, Medan, Malang dan lain-lain," ujarnya.

 

Sayangnya, kesempatan seperti itu tidak membutuhkan waktu yang panjang. Karena, pameran biasanya digelar maksimal satu minggu.

 

Dia pun berharap, agar Disperindag Singkawang bisa membantu memasarkan produk olahan terasi ke luar negeri, seperti Malaysia.

 

"Insyaallah kita bisa menembus pasar ke Malaysia," ungkapnya. (rud/lha)