Senin, 14 Oktober 2019


Bocah Diduga Jadi Korban Pencabulan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 26
Bocah Diduga Jadi Korban Pencabulan

DIAMANKAN - Seorang pria yang diamankan lantaran diduga sebagai pelaku pencabulan anak di bawah umur. Terduga pelaku diamankan di rumahnya, Sabtu (5/10) lalu. IST

SINGKAWANG, SP - Polres Singkawang mengamankan seorang pria berinisial LA alias AH (19), lantaran diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur berinisial CJB (6) di rumah nenek korban di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, sekitar bulan September 2019 lalu.

 

"LA alias AH berhasil kita amankan pada Sabtu (5/10) di rumahnya yang beralamat di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan," kata Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Tri Prasetio, Senin (7/10).

 

Menurut pengakuan orang tua korban, kejadian pencabulan itu terjadi sekitar bulan September 2019 sekitar pukul 13.00 WIB.

 

Namun, kejadian itu baru diketahui orang tua korban, Rabu (2/10). Korban memberitahukan kepada orang tuanya bahwa korban mengompol. Dan malamnya korban mengompol lagi.

 

Atas kejadian yang dialami korban, orang tua korban merasa curiga karena korban sebelumnya tidak pernah mengompol.

 

"Kemudian orang tua korban mengecek kemaluan korban dan mendapati ada cairan yang keluar dan mengeluarkan bau tidak sedap," ujarnya.

 

Kemudian, orang tua korban membawa korban ke dokter untuk mengecek. Hasil pemeriksaan dokter, bahwa bibir kemaluan korban terdapat infeksi jamur.

 

Setelah itu, orang tua korban menanyakan kepada korban siapa yang mengganggu kemaluannya.

 

"Dijawab korban yang mengganggu kemaluannya adalah Sdr AH," ungkapnya.

 

Mendapat penjelasan dari korban, akhirnya orang tua korban melaporkan hal tersebut ke Mapolres Singkawang.

 

Sehingga, berdasarkan laporan polisi dari masyarakat tentang dugaan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur, petugas kepolisian melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

 

"Kita juga melakukan visum serta berkoordinasi dengan dokter yang menangani korban," jelasnya.

 

Dan menemukan pelaku di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan. Selanjutnya, pelaku dibawa ke Mapolres Singkawang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

 

Atas perbuatannya, pelaku akan dikenakan Pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2003 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

 

Dalam kesempatan itu, dia juga mengimbau kepada seluruh orang tua agar mengawasi penggunaan media sosial seperti handphone yang dimainkan oleh anak-anaknya.

 

"Karena kejadian ini diawali dengan menonton video pornografi di handphone," katanya.

 

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Singkawang sementara, Sumberanto Tjitra mengatakan, kejadian pencabulan anak di bawah umur sangat memprihatinkan, karena dari data statistik angkanya cukup besar.

 

"Mungkin menempati tiga besar dari tindakan kriminal yang terjadi di Kota Singkawang," katanya.

 

Khusus yang berkaitan dengan kejadian tindakan pelecehan seksualitas anak di bawah umur, memang harus menjadi perhatian bersama.

 

Dengan leluasanya dalam mengakses informasi melalui media sosial, diketahui banyak sekali konten maupun video (pornografi) yang sebenarnya tidak layak dikonsumsi anak-anak. Akan tetapi beredar dengan bebasnya.

 

"Untuk itu, peran serta semua pihak, terutama keluarga dan pihak sekolah harus banyak mengawasi kegiatan anak-anak dalam menggunakan handphone yang sangat rawan dalam mengakses konten-konten ataupun video porno yang membahayakan bagi perkembangan dan pertumbuhan anak-anak," ujarnya.

 

Di samping itu, Pemerintah melalui Dinas Pendidikan juga harus banyak memberikan pembinaan kepada semua sekolah tentang bahaya penggunaan medsos yang tidak terkontrol. (rud/lha)

 

Hanya Sekali

 

Pelaku LA alias AH mengaku, kejadian itu dilakukannya hanya sekali.

 

"Pencabulan itu dilakukan di rumah nenek korban di Kelurahan Sedau," katanya.

 

Dirinya menyuruh korban untuk melihat video porno dalam hanphone.

 

"Korban pun menonton video tersebut yang berbau porno,” ujarnya.

 

Setelah itu, pelaku pun melancarkan aksinya melakukan hal tak senonoh kepada korban.

 

"Saya menyesal," ungkapnya, seraya menundukkan kepala. (rud/lha)