Selasa, 15 Oktober 2019


Viral, Warga Sakit Ditandu ke Puskesmas

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 34
Viral, Warga Sakit Ditandu ke Puskesmas

MENGGOTONG - Warga Mantoman menggotong orang sakit menggunakan tandu ke puskesmas karena akses jalan masih hancur, tak bisa dilalui mobil. IST

SINGKAWANG, SP - Salah satu pengguna Facebook mengunggah sulitnya akses jalan di daerah Mantoman, Kecamatan Singkawang Timur. Sehingga untuk membawa orang sakit, warga harus menggotongnya dengan tandu menuju ke Puskesmas.

 

Saat dikonfirmasi, pengguna Facebook bernama Tutu Je'e mengatakan, jika hal tersebut terjadi pada Senin (7/10) pagi. Seorang warga bernama Ipodius (62) harus dibawa ke Puskesmas dengan menggunakan tandu buatan warga.

 

"Nama orang yang sakit Ipodius. Dia mengalami sakit ginjal dan komplikasi," katanya.

 

Yang bersangkutan, tinggal di Jalan Mantoman, RT 07, RW 04, Kelurahan Nyarungkop, Kecamatan Singkawang Timur.

 

Dia mengatakan, warga yang sakit tersebut harus digotong lantaran sulitnya akses jalan yang masih jauh dari layak.

 

"Dia harus digotong karena akses jalan yang masih hancur dan masih bertanah," ujarnya.

 

Digotongnya warga menggunakan tandu tersebut bukan baru kali ini saja. Sebelumnya juga pernah terjadi.

 

"Ini bukan baru kali ini saja, tapi sebelumnya hal yang sama juga pernah terjadi. Bahkan belum sampai ke puskesmas korban sudah meninggal," ungkapnya.

 

Dirinya berharap, ada solusi untuk warga yang berada di daerah tersebut. Agar mendapat solusi untuk menangani permasalahan tersebut.

 

Terpisah, Ketua RT 07, RW 04, Desa Mantoman, Kelurahan Nyarungkop, Kecamatan Singkawang Timur, Marjo, angkat bicara terkait keluhan warganya.

 

Dia mengatakan, keluhan tersebut berlangsung sudah cukup lama. Baru-baru ini, salah seorang warganya harus digotong menggunakan tandu seadanya.

 

Marjo mengatakan, warga yang sakit tersebut bernama Ipodius, yang sakit sudah dua bulan.

 

"Waktu itu BPJS-nya belum jadi. Maka dari itu, warga tersebut masih bertahan di rumah dan hanya minum obat seadanya ditambah biaya yang tidak mencukupi," ujarnya.

 

Satu minggu lalu, kata dia, sempat dibawa ke puskesmas, dengan menggunakan sepeda motor lantaran kondisi masih bisa duduk di atas motor. Didukung dengan kondisi jalan yang tidak licin.

 

Dari kondisi tersebut, lanjut Marjo, usai dioperasi sempat pulang ke rumah selama empat hari. Namun kondisi semakin parah.

 

"Tepat kemarin, Senin (7/10) kami bawa menggunakan tandu. Lantaran penyakit asam urat, kolestrol, diabetes darah tinggi, dan tifus, semakin parah. Terpaksa menggunakan tandu lantaran jalan licin dan mobil tidak bisa masuk. Terpaksa menggunakan tandu. Untuk membawa keluar kampung kurang lebih satu jam," jelasnya.

 

Sejauh ini, kata dia, kendala warga yang ada di daerahnya hanya akses jalan yang sangat memprihatinkan.

 

Dirinya mengatakan, sejauh ini warganya hanya diiming-imingi janji perbaikan jalan. Namun hingga saat ini, belum terealisasi.

 

"Sampai kapan kami seperti ini? Selama ini kami hanya menunggu janji. Hingga sekarang belum terealisasi perbaikan jalan di daerah kami. Bahkan pernah kejadian, seorang pemuda dibawa ke rumah sakit. Belum sempat masuk ke mobil sudah meninggal di jalan," katanya.

 

Tidak hanya itu, ada seorang ibu mau melahirkan juga harus ditandu. Bahkan istrinya juga pernah mengalami hal serupa.

 

"Saat itu, istri saya menangis karena tidak mampu menahan sakit ditandu," tuturnya.

 

Ia juga pernah mengadu kepada pihak kelurahan, kecamatan, anggota DPRD bahkan ke Wali Kota.

 

"Pernah kami sampaikan. Namun jawaban mereka hanya mudah-mudahan segera diperbaiki. Hanya itu yang selalu kami dengar. Hanya harapan palsu," ucapnya.

 

Dirinya berharap, pembangunan jalan dan penerangan di daerah mereka segera direalisasikan.

 

"Kami harapkan yang utama adalah akses jalan. Selama ini, kami telah mengajukan proposal. Namun hingga saat ini belum ada satu pun yang terealisasi. Jalan yang kami harapkan hanya empat kilometer," pungkasnya. (rud/lha)

 

Perintahkan Camat dan Lurah Meninjau

 

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, sudah memerintahkan Camat dan Lurah Nyarungkop, Singkawang Timur untuk mengecek pasien yang digotong dengan menggunakan tandu, yang sempat viral di media sosial Facebook.

 

"Sudah saya suruh camat dan lurah untuk meninjau daerah mana. Dan saya sampai saat ini, masih menunggu laporannya," katanya.

 

Dia mengatakan, sebelum dilantik sebagai Wali Kota Singkawang, dirinya pernah berkunjung ke Mantoman. 

 

"Saat tiba di Mantoman, ada sekitar 85 KK belum punya listrik. Begitu juga dengan jalannya sangat susah. Saya aja waktu itu perginya pakai motor," ungkapnya.

 

Kemudian, ada satu pengusaha dari Tiongkok memberikan Singkawang Solar Sel untuk berapa KK yang belum berlistrik, khususnya di daerah Mantoman.

 

"Mestinya bulan Desember 2018 kemarin sudah selesai pemasangannya, namun ternyata pengirimannya agak terhambat. Tetapi tiga hari yang lalu, pengirimannya sudah masuk ke Kota Singkawang," ujarnya.

 

Sedangkan untuk jalan, Pemkot Singkawang bersama Dandim 1202/Skw akan membangunnya melalui program TMMD tahun depan.

 

"Saya sudah ajukan untuk pembangunan jalan dan jembatan untuk menuju ke sana," ujarnya.

 

Intinya, apa yang menjadi masalah atau kendala masyarakat, sudah Pemkot Singkawang petakan untuk ditindaklanjuti.

 

Hanya saja dalam penganggarannya, perlu ada perancanaan. Khusus untuk daerah Mantoman, Pemkot Singkawang akan berupaya untuk memasukkan listriknya dulu, setelah itu jalan. (rud/lha)