Selasa, 15 Oktober 2019


Pemkot Tentukan Lima Desainer Masjid Agung

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 46
Pemkot Tentukan Lima Desainer Masjid Agung

MENINJAU - Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan saat meninjau hasil karya desainer Masjid Agung Singkawang, kemarin. Hasil karya desainer berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Singapura. IST

SINGKAWANG, SP - Pemerintah Kota Singkawang saat ini sedang menentukan lima terbaik desainer Masjid Agung Singkawang, setelah melakukan penilaian terhadap 62 karya desainer sayembara Masjid Agung di Kantor Wali Kota Singkawang, kemarin.

 

Tim pelaksana, Dwi Putra Sumarna mengatakan, dari 115 peserta yang mendaftar, namun hanya 62 desainer yang ditampilkan untuk dilakukan penilaian.

 

"Hasil karya desainer berasal dari Kalbar, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Singapura," katanya.

 

Untuk melakukan penilaian, Pemkot Singkawang mendatangkan dewan juri dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta dan Kalbar, Akademisi Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak, Ketua Yayasan Masjid Agung Singkawang, dan Pemkot Singkawang.

 

Dari penilaian ini, akan diambil lima karya desainer terbaik untuk dipresentasekan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang.

 

"Sehingga, dari presentase itu nanti akan ditentukan karya paling terbaik sebagai pemenang sayembara," ungkapnya. 

 

Pada kesempatan yang sama, tim juri dari IAI Jakarta, Toton Suhartanto mengatakan, penilaian yang dilakukan guna mencari hasil karya desainer yang terbaik dengan tidak mengenyampingan kebutuhan dari umat itu sendiri.

 

Untuk menentukan lima hasil karya terbaik, kata dia, tentu tim juri akan bersepakat apakah desainer yang dipilih sudah memenuhi persyaratan-persyaratan.

 

"Mengingat proses penilaian ini dilakukan secara terbuka, sehingga masyarakat juga bisa ikut menilai dalam menentukan hasil karya desainer terbaik. Supaya hasilnya bisa dinikmati oleh masyarakat Singkawang, terutama umat muslim," katanya.

 

Sementara, juri dari IAI Kalbar, Muhammad Ridha mengatakan, teknis mengenai penilaian kriteria memang sudah di-sounding dengan pihak yayasan dan Pemkot Singkawang.

 

"Cukup banyak poin-poinnya, seperti nilai-nilai islami yang universal, konteks terhadap lingkungan Taman Gayung Bersambut dan Kantor Wali Kota, kemudahan akses bagi siapa pun dan masjid tidak hanya sebagai ruang ibadah tapi juga ruang publik (islamiah)," katanya.

 

Setelah penentuan lima hasil karya terbaik, para desainernya akan diundang untuk mempresentasikan di depan dewan juri dan dewan kehormatan. (rud/lha)

 

Berfungsi sebagai Islamic Center

 

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, berharap renovasi Masjid Agung Kota Singkawang ke depan dapat berfungsi sebagai islamic center, wadah multifungsi dalam aktivitas umat Islam.

 

"Dalam sayembara ini, dia meminta para arsitek harus pandai memadukan antara ciri khas Kota Singkawang dalam pembangunan Masjid Agung Singkawang. Masjid Agung ini sebagai salah satu wajahnya Kota Singkawang menjadi masjid luar biasa di Kalbar. Yang jelas dari sayembara tersebut, kita ambil yang terbaik lalu kita gunakan,” katanya.

 

Dia mengatakan, penataan Masjid Agung ini hanyalah salah di antara program Singkawang Hebat. Pihaknya telah melakukan usulan program-program strategis lainnya ke Pemerintah Pusat.

 

“Kita sudah buat program jangka pendek, menengah, dan panjang. Sudah kita presentasikan ke semua pihak. Jika direalisasikan pemerintah pusat lebih baik lagi, jika ada investor menanamkan modalnya maka kita akan lebih bersyukur lagi," ujarnya.

 

Dia juga berharap, renovasi Masjid Agung Singkawang ini bisa selesai 2-3 tahun, dengan desain yang unik, indah, dan sejuk sehingga bisa menjadi kebanggan warga Kota Singkawang. (rud/lha)