Selasa, 19 November 2019


Satgas Kodim 1202/Skw Beri Penyuluhan Keluarga Sehat, Masyarakat Antusias Sambut Program Non Fisik TMMD ke-106

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 85
Satgas Kodim 1202/Skw Beri Penyuluhan Keluarga Sehat, Masyarakat Antusias Sambut Program Non Fisik TMMD ke-106

ANTUSIAS - Penyuluhan KB dan Kesehatan ini digelar di Desa Jirak , Kecamatan Sajad, Kebupaten Sambas, yang diselenggarakan oleh Satgas TMMM,Rabu (16/10).

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Kodim 1202/Singkawang, pada Rabu (16/10) melaksanakan kegiatan non fisik, yaitu dengan memberikan penyuluhan tentang Keluarga Berencana (KB) kepada masyarakat di sekitar lokasi TMMD.

Penyuluhan KB dan Kesehatan ini digelar di Desa Jirak , Kecamatan Sajad, Kebupaten Sambas. Satgas TMMD, menghadirkan petugas dari BP3AP2 KB Kabupaten Sambas, Amsar, SKM sebagai pemateri. Adanya kegiatan non fisik ini, menjadi salah satu transfer ilmu pengetahuan melalui sosialisasi-sosialisasi, yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“KB memberikan banyak manfaat bagi keluarga. KB dianjurkan oleh pemerintah pusat, bukan saja agar kesehatan ibu lebih terjaga, namun juga mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, sehingga keharmonisan dalam keluarga dapat ditingkatkan, " kata Amsar.

Lebih dari itu, lanjut Amsar, ada manfaat lain yang tidak kalah penting. Yaitu, dengan mengikuti KB, secara tidak langsung dapat mencegah anak dari kekurangan gizi, sehingga tumbuh kembangnya lebih terjamin dan kebutuhan ASI Eksklusif selama 6 bulan relatif dapat terpenuhi.

“Dengan menjalani KB, maka akan lahir generasi penerus bangsa yang berkualitas, sehat, dan bisa melanjutkan perjuangan bangsa,” tuturnya.

Selain pembicara dari BP3AP2 KB Kabupaten Sambas, Satgas TMMD ke-106 juga mendatangkan petugas dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sambas.

Kegiatan penyuluhan tersebut diikuti oleh puluhan warga masyarakat  yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-106 Kabupaten Sambas.

Pelayanan Masyarakat DPPKB, Iskandar mengatakan, saat ini, Generasi Berencana (GENRE), menjadi program yang terus dikampanyekan oleh pemerintah.

“GENRE adalah suatu program untuk menciptakan tegar remaja atau remaja yang berperilaku sehat,” ucapnya.

Pada dasarnya, kata Iskandar, untuk mewujudkan Remaja Generasi Berencana, masyarakat harus menghindari tiga ancaman mendasar yang dapat merusak generasi muda. Ketiga ancaman tersebut, kata dia, pada umumnya dapat disebabkan dari pergaulan bebas di lingkungannya.

“Pada prinsipnya perilaku yang dapat merusak generasi muda tersebut di antaranya seks bebas, penyalahgunaan narkoba, sehingga dapat mengakibatkan pelaku terjangkit dan mengidap HIV/AIDS. Sampai saat ini HIV/AIDS belum ditemukan obatnya,” paparnya.

DPPKB Kabupaten Sambas sendiri telah mengimbau seluruh warga masyarakat untuk menghindari hal ketiga ancaman mendasar itu. Adapun

program aturan menikah untuk wanita minimal di usia 21 tahun dan laki laki 25 tahun.

“Agar jarak kelahiran tidak terlalu dekat dan memberikan dampak yg baik untuk masyarakat,” katanya.

Dandim 1202/Skw, Letkol Letkol Arm Victor JL Lopulalan S.Sos, selaku Dansatgas TMMD ke-106, mengparesiasi antusiasme masyarakat mengikuti penyuluhan kesehatan tersebut. Menurutnya, program non fisik ini, jadi penyeimbang program fisik yang terus dikerjakan.

“Dengan adanya program non fisik, maka masyarakat mendapatkan pengetahuan yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. (rudi)