Minggu, 19 Januari 2020


Pengawas Bantah Tutup Muara Sungai Kuala

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 248
Pengawas Bantah Tutup Muara Sungai Kuala

MENUNJUKKAN - Sejumlah masyarakat Kuala menunjukkan saluran parit jumbo baru yang dibuat oleh pengelola pembangunan pengembangan wisata Kuala, Kamis (5/12).

SINGKAWANG, SP - Pengawas kegiatan pengembangan wisata Kuala, Budiman, membantah jika pihaknya dituduh telah menutup muara Sungai Kuala yang terletak di Jalan Tani, Gang Kelapa Dua, Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat, seperti yang diungkapkan Anggota DPRD Singkawang, Susi Wu beberapa waktu lalu. 

"Saluran air yang dikeluhkan Anggota DPRD Singkawang itu sebenarnya bukan muara sungai, tetapi parit jumbo atau parit buatan yang sudah belasan tahun tidak berfungsi," kata Budiman di lokasi kegiatan, Kamis (5/12). 

Bahkan, dengan adanya aktivitas pembangunan pengembangan wisata Kuala ini, menurutnya, pengelola berupaya untuk memfungsikan kembali parit jumbo tersebut, yaitu dengan membuka parit baru untuk meneruskan saluran parit jumbo tersebut sepanjang 150 meter ke arah Gang Kelapa Dua. 

Sebenarnya, kata Budiman, ada tidaknya aktivitas pembangunan ini tidak memberikan dampak banjir bagi warga Kuala. 

"Meskipun parit jumbo tersebut sudah tertutup selama belasan tahun," ungkapnya. 

Justru aktivitas dari pembangunan ini, pihak pengelola dinilai sudah membantu warga setempat. 

"Karena mereka ikut dilibatkan dalam bekerja," ucapnya. 

Warga Kuala, Lukman membenarkan, jika parit jumbo yang dikeluhkan Anggota DPRD Singkawang kemarin merupakan parit buatan. 

"Jadi kalau mau ditutup pun, sebenarnya tidak masalah, karena sudah lama terbengkalai dan seperti itulah kondisinya," katanya. 

Namun, oleh pengelola ternyata akan dibuka, dengan bukti sudah dibuatkannya saluran baru untuk meneruskan parit yang lama. 

"Nanti yang tertutup ini pun memang akan mau dibuka oleh pengelola," ujarnya. 

Apabila tempat pengembangan wisata Kuala ini sudah jadi, dia yakin akan banyak memberikan manfaat bagi warga sekitar Kuala.  

"Jadi, kalau ada oknum yang mengatakan jika aktivitas pembangunan ini telah merusak lingkungan, saya katakan tidak benar," ungkapnya. 

Kalaupun memang banjir, itu adalah air pasang laut dan sudah biasa terjadi. Jadi, bukan karena aktivitas pembangunan tersebut. (rud/lha)

Sudah Lama Tersumbat

Warga Kuala lainnya, Rusman mengatakan, sebelum adanya aktivitas ini memang saluran parit jumbo itu sudah tersumbat bahkan tidak berfungsi. 

"Jadi, orang yang bilang kemarin jika aktivitas ini sudah menyumbat saluran, saya mohon tinjau kembali ke lokasi," katanya. 

Karena dirinya menilai, dengan adanya aktivitas pembangunan ini, justru parit jumbo yang sebelumnya tidak berfungsi namun dibuka oleh pengelola. 

Dirinya selaku masyarakat Kuala bersyukur dengan adanya aktivitas pembangunan tersebut. 

"Karena dari segi negatifnya sampai saat ini memang belum ada, tapi kalau dari segi positifnya adanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar Kuala," ujarnya. (rud/lha)