Minggu, 19 Januari 2020


BPBD Gelar Pelatihan Bencana Karhutla

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 59
BPBD Gelar Pelatihan Bencana Karhutla

PENYAMPAIAN MATERI - Pelatihan relawan peduli bencana kebakaran hutan dan lahan tahun 2019, di Aula Hotel Sentosa, Rabu (12/12). IST

SINGKAWANG, SP - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Singkawang menggelar pelatihan relawan peduli bencana kebakaran hutan dan lahan tahun 2019, di Aula Hotel Sentosa, Rabu (11/12). 

"Kegiatan ini dihadiri 75 relawan peduli bencana karhutla yang berasal dari empat kecamatan, seperti Kecamatan Singkawang Selatan, Timur, Utara, dan Tengah," kata Kepala BPBD Singkawang, M Syafruddin. 

Menurutnya, setiap tahun relawan peduli bencana karhutla akan terus dibina dalam rangka peningkatan dan kemampuan mereka dalam membantu BPBD dan Manggala Agni dalam memadamkan karhutla. 

"Sehingga dalam kegiatan ini, kita menghadirkan narasumber dari BPBD Singkawang, BPBD Provinsi Kalbar, Manggala Agni, Kodim, dan Polres," ujarnya. 

Pelatihan ini, kata dia, akan digelar selama dua hari. Hari pertama, para peserta akan diberikan materi dan di hari kedua peserta akan diberikan pelatihan di lapangan. 

"Untuk pelatihan, rencananya akan ditempatkan di Aula Kantor Camat Singkawang Utara," tuturnya. 

Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Singkawang, Yuyu Wahyudin mengatakan, berdasarkan evaluasi pihaknya, jika kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Singkawang tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan ketimbang tahun 2018. 

"Penyebab kebakaran, hampir 99 persen dikarenakan oleh faktor manusia sehingga ada unsur kesengajaan," katanya. 

Dia berharap, dengan sudah diterbitkannya Perwako tentang larangan pembakaran hutan dan lahan yang sedang dibahas Pemkot Singkawang, bisa mewujudkan masyarakat Singkawang yang tertib, bebas asap, dan bebas kebakaran lahan. 

"Sehingga Kota Singkawang akan menjadi simbol atau julukan sebagai Kota Wisata yang banyak menarik wisatawan lokal maupun mancanegara," ujarnya. 

Terkait dengan kearifan lokal, tambahnya, memang ada di Undang-Undang Nomor 32 tahun 2019. Tetapi, masyarakat hendaknya selektif, mengingat Undang-Undang itu berlaku ketika mengikuti ketentuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 10 tahun 2010. 

"Di mana pembukaan lahan dengan cara dibakar hanya boleh dilakukan ketika cuaca dalam kondisi normal, bukan dalam kondisi kemarau yang berkepanjangan," ungkapnya. (rud/lha)

Faktor Kelalaian 

Kepala Seksi Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Singkawang, Syarifah Mustika Sari mengatakan, jika kebakaran lahan yang terjadi di Singkawang sebagian besar disebabkan oleh kelalaian, seperti membuang puntung rokok sembarangan di lahan yang kering.  

"Sehingga, kebakaran lahan yang terjadi di Singkawang bukan dikarenakan sengaja dibakar, mengingat di Singkawang tidak ada perkebunan yang berskala besar," katanya. 

Meski demikian, memasuki musim kemarau, pihaknya selalu memberikan imbauan dengan memasang spanduk di area yang memang rawan terjadi kebakaran lahan.  

"Jadi, itu yang bisa kita lakukan dari sisi pemerintah," ujarnya. (rud/lha)