Dua Unit Kapal Rusak, BBM di Sintang Langka

Sintang

Editor sutan Dibaca : 802

Dua Unit Kapal Rusak, BBM di Sintang Langka
Ilustrasi
SINTANG, SP -  Stok BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Sintang selalu habis. Antrian panjang selalu terjadi. Bahkan, setiap mobil tangki BBM datang, dalam sekejab, bahan bakar tersebut cepat ludes.  

Seorang warga berharap keadaan tersebut jangan sampai berlanjut
, sebab besar kemungkinan harga bahan pokok juga  ikut melambung.
  “Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Saya setiap hari harus antri,” kata Abdul, warga setempat.  

Pada beberapa titik kios bensin  terpantau harga eceran BBM jenis Premium mencapai Rp 10.000
per liter.
 

Anggota DPRD Sintang mendatangi beberapa Depot Pertamina dan SPBU, Rabu (21/12) sore lalu, menanyakan penyebab BBM sering kosong dan sulit didapat oleh masyarakat.
 

"Kita sudah datangi Pertamina dan SPBU. Jangan sampai mobilitas tinggi menjelang Natal dan Tahun Baru, namun BBM kosong dengan berbagai alasan," kata Tuah Mangasih, Ketua Komisi C DPRD Sintang.  
 

Tuah berharap Pertamina dan SPBU, bisa mengutamakan pelayanan kepada masyarakat umum. "Jangan mengutamakan yang antri dengan drum dan dirigen, karena mereka akan menjual kembali dengan harga yang tinggi," imbuhnya.
 

Sementara, Pengawas Distribusi Depot Pertamina Sintang, Hadi Tama mengatakan masalah kelangkaan BBM di Sintang, disebabkan dua unit kapal yang biasa mengangkut BBM rusak, sehingga pengiriman terkendala dan hanya bisa melalui jalur darat.
 

“Masyarakat jangan panik, dengan menyerbu SPBU setiap kali BBM datang.  Dalam beberapa minggu ini, distribusi agak terkendala, sehingga berdampak pada kekosongan BBM,” katanya.
 

Bupati Sintang, Jarot Winarno saat dikonfirmasi terkait pasokan BBM yang terhambat, akan segera mengecek. Ia memastikan Pemkab tidak akan tinggal diam.  “Kita akan koordinasi dengan Pertamina. Apa saja kendala dan bagaimana solusinya,” ujar Jarot. (nan/mul)