Jarot Minta Santri Jadi Wirausaha

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 688

Jarot Minta Santri Jadi Wirausaha
Bupati Sintang melakukn penarikan tuas secara bersama-sama sebagai tanda dimulainya Pembanguna Rusunawa untuk para santri Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma’arif Sintang
SINTANG, SP - Bupati Sintang, Jarot Winarno meminta para santri Pondok Pesantren bisa mampu bersaing di level internasional. Terutama, kata Bupati Jarot, saat ini Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah diberlakukan, sehingga persaingan dengan negara tetangga dipastikan semakin ketat.  

Permintaan ini disampaikan Jarot dalam sambutannya usai penancapan tiang pertama pembangunan Rusunawa Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma’arif Sintang, Sabtu (29/4).  

“Para santri harus disiapkan untuk menjadi pelaku usaha kreatif di masa mendatang. Para santri harus siap menghadapi MEE, sehingga bisa berbuat untuk pembangunan,” kata Bupati Jarot.  

Santri Ponpes Nurul Ma’arif, papar Jarot harus siap bersaing dengan anak-anak muda dari negara tetangga. Dengan pembelajaran di Ponpes yang selalu memegang teguh Pancasila dan NKRI, maka para santri harus  menjadi pelopor kebinekaan dalam pemelihara perbedaan.  

Saat ini, lanjut Jarot, pesantren harus mampu melahirkan kader-kader terbaik bangsa dengan berlandaskan pada ilmu agama yang dimiliki. Sehingga ke depannya akan lahir sebuah masa, di mana kemajuan bangsa berada di tangan para generasi muda.  

“Bangsa ini ada di tangan para generasi muda. Maju mundurnya ada di tangan mereka. Oleh karena itu, anak-anak muda harus mampu memikul tugas dan tanggungjawab sebagai generasi pembangunan,” paparnya.   

Dengan adanya bonus demografi, yang puncaknya pada 2035, maka bonus tersebutlah tidaklah ada artinya, jika generasi muda bangsa ini tidak bangkit dan tidak dididik dengan baik. Beberapa negara, sebut Jarot, sangat sukses dan berhasil menghadapi bonus demografi.  

“Bonus demografi di depan mata. Apakah bangsa ini akan sukses di tangan anak-anak muda kita, itulah tugas semua pihak. Jika gagal maka akan sia-sialah bonus demografi itu,” lanjut Jarot.  

Jarot juga berharap, agar pembangunan Rusunawa yang diharapkan bisa menunjang aktivitas dan kenyamanan santri dalam belajar. Semoga pembangunannya bisa selesai sebelum Desember 2017 

 “Saya bahagia, karena Kementerian PUPR sudah mengalokasikan dana untuk pembangunan Rusunawa Pesantren. Semoga bisa dimanfaatkan oleh Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma'arif  dengan baik, untuk pengembangan pendidikan,” imbuhnya.   Saat ini kata Jarot, Kementerian PUPR sedang melaksanakan program bedah rumah tidak layak huni, dengan bantuan material Rp30 juta dan 15 juta.  

“Tahun anggaran 2018, kita ajukan dan perjuangkan Rusunawa di SMK Kartini dan Kompleks Gedung Baru RSUD AM Djoen Sintang,” ungkapnya.  

KH Muhammad Ghozali, Pengasuh Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma'arif Sintang, menyampaikan lokasi didirikannya Rusunawa ini sudah di survei empat kali oleh Tim Kementerian PUPR. Hingga kini direalisasikan pembangunannya.   “Terima kasih kepada Pemkab Sintang yang sudah memberikan rekomendasi untuk mempermudah kegiatan pembangunan Rusunawa ini,” katannya.  

Nantinya, Rusunawa ini akan dipakai oleh santri putri. Adapu santri Ponpes Nurul Ma’arif berasal dari lima kabupaten di Hulu Kalbar, yaitu Kabipaten Sintang, Melawi, Sanggau, Sekadau, dan Kapuas Hulu.   “Saat ini ada sekitar 400 santri. Kita terus kembangkan Ponpes ini agar berkembang jadi Ponpes mandiri dan wirausaha,” pungkas KH Ghozali. (nak/mul)