Selasa, 15 Oktober 2019


Upaya Pemkab Sintang Kelola Aset yang Terbengkalai

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 679
Upaya Pemkab Sintang Kelola Aset yang Terbengkalai

TIDAK TERAWAT - Kompleks Galeri Seni, di Jalan PKP Mujahidin Kota Sintang, sepi karena tersebut tidak terawat . Kondisi ini, membuat Pemkab Sintang mewacanakan untuk merombak tempat tersebut jadi alun-alun kota.

Rendah tingkat kunjungan ke Kompleks Galeri Seni, yang terletak di Jalan PKP Mujahidin Kota Sintang, membuat tempat tersebut tidak terawat . Kondisi ini, membuat Pemkab Sintang mewacanakan untuk merombak tempat tersebut jadi alun-alun kota.  

Terlebih, saat ini di sebelah galeri seni sudah ada taman Ntuyut, yang ramai dikunjungi muda-mudi, meski belum rampung dan belum diresmikan.

Dengan adanya alun-alun, maka wilayah sekitar pasti akan semakin berkembang, karena ramai dikunjungi orang.  

“Areal dikomplek galeri seni, Taman Ntuyut dan sekitarnya, memang belum dibuka. Ada sekitar tiga hektar, dan siap dijadikan ikon baru Kota Sintang. Pemkab ingin memaksimalkan kawasan, dan perlu ikon baru, yang lebih fresh,” kata Wabup Sintang, Askiman.
 

Harapannya, lanjut Askiman, bukan saja jadi ikon baru Kota Sintang, yang nantinya jadi destinasi bagi pengunjung dari luar. Ketika ada orang luar berkunjung ke Sintang, mereka akan melihat daya tarik dan kenangan tersendiri.  

“Jadi, nanti di alun-alun ini ada kulinernya, ada juga tempat melihat hasil kebudayaan. Intinya agar lebih meriah dan diminati," ungkapnya.  

Wajah kawasan Galeri Pasar Seni nantinya akan diubah dari kondisi saat ini. Bangunan-bangunan baru akan didirikan, sesuai konsep yang telah dirancang. Bangunan Galeri Pasar Seni juga akan dibongkar. Dengan luasan lahan yang hampir tiga hektar, nantinya akan dibagun galeri rumah melayu, galeri rumah jawa, dan galeri rumah betang.  

Selain akan dibangun tiga galeri tadi, Pemkab juga akan membangun tempat penjualan souvenir khas Sintang, seperti tenun ikat, kerajinan mandau, manik-manik, tas, baju adat dan barang lain yang merupakan kerajinan khas dari masyarakat Sintang.  

“Selain tempat kuliner, juga akan kita bangun tempat untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM), sehingga bisa mengembangkan usaha dengan menjual produk makanan olahan khas maupun olahan makan lainnya,” papar orang nomor dua di Pemkab Sintang ini.

Dibangun dengan konsep, maka lokasi alun-alun kota, yang diwacanakan bukan saja menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan, melainkan juga bisa menjadi wahana informasi kebudayaan yang dimiliki oleh Kabupaten Sintang.  

"Sangat strategis, karena ada Taman Ntuyut, kemudian ada alun-alun kota, yang memang bernuansa kebudayaan. Nantinya kita jadikan wahana informas berkaitan dengan kebudayaan. Kita dorong generasi muda untuk tetap menjaga kelestarian hasil budaya multietnis yang ada di Sintang,” pungkasnya. (nak/mul)