Pengendara Motor di Sintang Tewas Terlindas Fuso

Sintang

Editor Syafria Arrahman ST Raja Alam Dibaca : 917

Pengendara Motor di Sintang Tewas Terlindas Fuso
ilustrasi
SINTANG, SP- Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Melawi, Kota Sintang, Jum’at (5/5) sore. Seorang pengendara motor tewas terlindas truk, Mitsubishi Fuso bermuatan solar bertonase 16.000 liter.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian dan data informasi dari aparat kepolisian Resort Polres Sintang, sebelum peristiwa nahas itu terjadi, sepeda motor bernopol KB 3113 RW yang dikendarai oleh Rupi (20), asal Desa Kedembak, Kecamatan Ketungau Tengah, melaju dari arah Jembatan Melawi menuju Simpang Lima Kota Sintang. Rupi membonceng Mikel (7) dan Maria (18).

Pada saat itu, dari arah yang sama juga melaju kendaraan tangki jenis Fuso bernopol KB 9537 AJ yang dikendarai Adisti (36), warga asal Pontianak.

Pada saat motor sedang melaju dan lewat di depan bengkel motor Bomber yang terletak di sebelah kiri jalan, terdengar teriakan memanggil. Si pemanggil itu adalah ibu Mikel yang meminta mereka untuk singgah di bengkel.

“Pada saat hendak singgah itulah, sepeda motor yang dikendarai oleh saudara Rupi hilang kendali. Mungkin karena dalam keadaan sedang melaju, lalu dipanggil tiba-tiba,” ujar Paur Sub Bag Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto.

Karena hilang kendali, motor tersebut oleng hingga menyebabkan motor terjatuh ke kiri jalan. Namun malang bagi Maria, dia terjatuh ke kanan jalan. Korban terlindas ban kiri belakang truk Fuso tersebut, hingga menyebabkan korban meninggal di tempat. Sementara Rupi dan Mikel selamat, dan hanya mengalami luka ringan.

“Hingga saat ini, pihak kita masih terus melakukan olah TKP, termasuk memeriksa CCTV yang dimiliki oleh sejumlah bangunan rumah dan ruko di lokasi kejadian. Untuk pengendara sepeda motor dan mobil tangki, saat ini sedang kita amankan untuk dimintai keterangan,” ujar Hariyanto.

Sementara itu, Amin salah seorang warga di warung yang dekat dengan lokasi kecelakaan, mengaku terkejut dengan peritiwa itu.
“Kejadiannya cepat. Saya tadi sedang minum di warung. Tiba saya lihat sudah kejadian dan korban terlindas,” ujarnya Amin.

Amin mengaku tidak menyangka dirinya yang kebetulan sidang singgah, harus menyaksikan sebuah peristiwa kecelakaan. “Tak menyangka, tadi hanya singgah minum dan harus melihat peristiwa yang membuat bulu kuduk saya berdiri,” tuturnya.

Meski tak melihat dengan pasti peritiwa tersebut, namun Amin mengaku sempat mendengar suara orang memanggil. Namun karena di pusat perkotaan yang ramai, Amin tak begitu peduli. Ia baru sadar, saat sudah terjadi kecelakaan.

“Barangkali itulah kali yang katanya memanggil pengendara motor tadi. Masih keluarga kali mereka itu,” kata Amin. (nak/lis)