Penduduk Pindah-Datang Wajib Lengkapi Data Kependudukan

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 897

Penduduk Pindah-Datang Wajib Lengkapi Data Kependudukan
Rekam e-KTP
Salah satu hal terpenting yang harus diurus oleh warga yang pindah atau datang ke suatu wilayah, adalah pembuatan Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKP WNI). Aturan ini dijelaskan secara gamblang melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008.  

Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sintang, Sy M Taufik, dengan mentaati peraturan administrasi yang belaku, maka kepindahan dari dan ke tempat tujuan, akan dinyatakan sah.

“Inilah penting pengurusan administrasi. Semuanya adalah untuk mempermudah dan memberikan kenyamanan dalam pelayanan kependudukan,” ujarnya.  

Taufik mengatakan, pindah adalah keluarnya penduduk dari satu daerah ke daerah lain. Baik antar desa, kecamatan, kabupaten, maupun antar provinsi. Sedangkan datang adalah masuknya penduduk dari satu daerah ke daerah lain. Pindah-datang penduduk sudah jelas diatur.  

Dibeberkan Taufik, dalam SKP WNI, sistem pemindahan data penduduk adalah melalui online. Sistem tersebut, terhubung langsung ke satelit. SKP WNI wajib dibuat oleh penduduk yang pindah-datang. Sebab, jika tidak ada SKP WNI maka tidak bisa didaftarkan by system  ke daerah tujuan. Untuk pengurusannya sendiri kata Taufik tidaklah sulit yang penting harus ada KTP dan KK daerah asal.
 

“Mengurus SKP WNI tidak susah. Asal sudah punya Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) daerah asal. Pengurusannya mulai dari kantor Lurah, Camat dan Disdukcapil daerah asal. Kemudian dibawa ke Disdukcapil daerah tujuan buktinya atau dikirim via email,” paparnya.  

Untuk memastikan nomor SKP WNI tersebut benar atau tidak adalah memalui pengecekan lewat input sisitem online tadi. Jika data berisi informasi penduduk yang bersangkutan tidak keluar saat input nomor SKP WNI, maka dokumen SKP WNI palsu atau tidak benar.  

“Begitu juga sebaliknya, jika data informasi penduduk itu keluar, maka dokumen SKP WNI itu asli. Ini penting untuk menghindari data tidak benar atau data palsu sebab berdasarkan pengalaman disini  pernah juga ditemukan oknum masyarakat yang coba memalsukan dokumen SKP WNI ini,” cerita Taufik  

SKP WNI kata Taufik, fungsinya sangat vital bagi upaya mencetak KTP baru terhadap warga yang datang. Dengan adanya SKP tadi maka proses pembuatan KTP baru bisa berlangsung cepat. Dari input data juga akan diketahui apakah penduduk tersebut sudah pernah melakukan perekaman KTP atau tidak didaerah asalnya.  

“Jika sudah ada Nomor SKP WNI, datang dan daftar saja ke Disdukcapil Sintang dan prosesnya cepat. Nanti langsung kami buatkan Kartu Keluarga (KK) baru dan kita cetak e-KTP baru sesuai alamat baru. e-KTP daerah asal akan kami tarik. Namun dengan catatan sudah pernah lakukan perekaman e-KTP sebelumnya. Jika belum pernah rekam, ya kita nunggu verifikasi pusat, baru dicetak,” paparnya.  (nana harianto)