Rumah Penjual Sayur Dilahap Di Jago Merah

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 679

Rumah Penjual Sayur Dilahap Di Jago Merah
TERBAKAR - Rumah Purnomo (40), seorang penjual sayur keliling, yang terbakar pada Senin (29/5) sekitar pukul 07.15 WIB. Rumah berpondasi kayu di Jalan Bintara, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sintang, habis dilahap Si Jago Merah, dan diduga akibat Racun N
SINTANG, SP – Musibah kebarakan menimpa Purnomo (40), seorang penjual sayur keliling. Rumah semi permanen yang berpondasi kayu di Jalan Bintara, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sintang, habis dilahap Si Jago Merah, Senin (29/5) sekitar pukul 07.15 WIB.  

Api membakar rumah berukuran 4x6 meter itu dan hanya menyisakan bagian depan teras, yang ditopang dua tiang penyangga kecil. Musibah ini terjadi begitu cepat, dan diketahui pertama kali oleh istri Purnomo, Juliana.  

“Saya tidak mengira terbakar begini. Saya sedang bersih-bersih pekarangan belakang. Saat lihat, api itu sudah menyala dari kamar,” ujar Juliana.  

Melihat sumber api, Juliana lantas berupaya memadamkan api agar tidak semakin besar. Warga setempat yang mendengar teriakan dan melihat nyala api segera bergegas membantu Juliana dengan alat seadanya. Namun, usaha Juliana sia-sia, api yang sudah terlanjur besar semakin menjadi-jadi.  

Tidak perlu waktu lama, si jago merah melahap rumah yang mayoritas tersusun dari material kayu. Sembilan menit setelah rumah tersebut terbakar habis.  

Saat Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sintang datang berjibaku memadamkan api, kondisinya sudah hampir roboh. Petugas Damkar dengan tiga mobil menyemprotkan air ke semua sisi rumah, agar tidak merembet ke bangunan warga lainnya. Api berhasil dipastikan padam dan steril sekitar pukul 08.00 WIB.  

“Sudah dibantu tetangga madamkan apinya, tapi makin besar. Pemadam kebakaran juga sudah berusaha. Ini musibah, dan kami harus ikhlas,” katanya.  

Kapolsek Sintang Kota, Iptu Aris Setiawan membenarkan kebakaran tersebut. Menurut informasi sementara, Kapolsek menerangkan penyebab kebakaran, yaitu  sumber api yang berasal dari racun nyamuk bakar.
 

Kapolsek menambahkan musibah kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, akibat peristiwa kebakaran itu, korban harus kehilangan tempat tinggal dan alami kerugian material sekitar Rp200 juta.  

“Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material. Saya mengimbau masyarakat berhati-hati, sebagai langkah antisipasi musibah kebakaran yang bisa terjadi di mana pun, kapanpun dan menimpa siapa pun,” tuturnya.  

Sebelum bepergian, lanjut Kapolsek, masyarakat harus memastikan semua peralatan elektronik, kompor, maupun racun nyamuk bakar mati. Saat di rumah, masyarakat tetap tidak teledor terhadap hal-hal itu.  

“Terutama saat Bulan Ramadan, ketika akan bepergian ibadah Salat Tarawih di malam hari, periksa semua peralatan listrik dan kompor. Jangan lengah,” pungkas Kapolsek. (nak/mul)