Kadisdikbud Lantik 129 Kepala Sekolah di Sintang

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 657

Kadisdikbud Lantik 129 Kepala Sekolah di Sintang
BERGELANTUNGAN – Pelajar di Sintang bergelantungan di angkutan umum (opelet) saat pulang sekolah. Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan para pejara tersebut. Warga pun meminta Pemkab bisa menyediakan bis sekolah. SUARA PEMRED/NANA HARIANTO
SINTANG, SP - Wabup Sintang, Askiman meminta para Kepala Sekolah (Kasek) untuk meningkatkan kinerjanya. Ia juga mewanti-wanti yang bertugas di pedalaman dan terluar, agar konsisten mengajar.  

Menurutnya, bukan tanpa alasan ia meminta dan mewanti-wanti, karena selama ini ia sering mendengar guru dan Kasek yang mengajar di pedalaman jarang datang, bahkan tidak berada di tempat tugas.  

Informasi tersebut, kata Askiman bukanlah pepesan kosong belaka. Namun, ia langsung dengar dari Kepala Desa (kades). Oleh karena itu, Askiman berharap dengan adanya dewan pengawas yang juga dilantik, maka lebih intensif mengawasi.   “Adanya upaya controling terhadap para guru dan Kasek, yang dinilai tidak serius dalam mengemban amanah yang telah diberikan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Saya siapkan sanksi berat,” papar Wabup Askiman, saat ditemui Suara Pemred.  

Askiman juga meminta peran serta tokoh masyarakat, termasuk Kades setempat, untuk memantau sekolah-sekolah di wilayahnya. Apabila ada yang tidak beres, Askiman minta untuk segera dilaporkan.  

“Tokoh masyarakat, Kades, dan siapa saja, tolong awasi guru dengan benar. Kalau terdapat sampai 54 hari tidak melakukkan tugasnya, kami akan cabut statusnya sebagai ASN,” tutur Askiman.  

Tindakan tegas ini, ujar Askiman, bukan persoalan suka atau tidak suka dengan seseorang. Akan tetapi, upaya tegas yang diberikan ini agar kepala sekolah dapat bekerja profesional dan dapat mencetak generasi yang lebih baik sesuai dengan tujuan dan misi dari pendidikan itu sendiri.  

“Kita ingin ASN bekerja profesional. Terutama di bidang pendidikan. Karena ini sangat riskan, menyangkut generasi muda kita. Kalau salah atau lalai dalam mendidik maka SDM kita akan terus tertinggal dan terbelakang,” kata Wabup.  

Ada 113 orang Kasek SD, 16 orang Kasek SMP, dan 11 pegawas SD serta seorang pengawas SMP yang dilantik oleh Kadisdikbud Sintang, Lindra Azmar, di ruang rapat Disdikbud Senin (5/6).  

Menurut Sekretaris Disdikbud Sintang, Yustinus mengatakan sebelum dilantik, ratusan Kasek tersebut telah mengikuti pemilihan melalui tahapan yang panjang. Ada berbagai ujian kompetensi, agar kinerja mereka semakin baik.  

"Ada juga penilaian masa kerjanya yang jadikan acuan kita. Mereka adalah yang terbaik, dan saya berharap mau bekerja sesuai dengan sumpah yang telah diucapkan,” kata Yustinus saat ditemui seusai menghadiri rapat tertutup bersama Komisi C DPRD Sintang, Selasa (6/6).  

Upaya seleksi ini, ujar Yustinus guna membuat perubahan terhadap pola kerja yang lebih baik ke depannya. Dengan seleksi yang panjang dan adanya uji kompetensi, Yustinus yakin Kasek yang baru mampu mengelola sekolah yang dipimpinnya dengan baik.    Yustinus juga meminta para Kasek tidak hanya sekedar melakukan tugasnya sebagai guru saja, namun mengantarkan anak didiknya menjadi oeang yang lebih baik ke depannya.  

Selain itu, Yustinus juga berpesan kepada pengawas sekolah untuk dapat berperan maksimal dalam melakukan pengawasan. Apa yang terjadi di lapangan, sebut Yustinus juga harus dilaporkan ke Disdikbud Kabupaten Sintang.   "Pengawas sekolah adalah kepanjangan tangan Disdikbud. Kami minta pengawas tidak hanya sekedar datang saja ke sekolah, tapi juga memberikan arahan. Pengawas harus sering turun lapangan. Sehingga apapun permasalahan dan keluhan yang terjadi di sekolah bisa segera dicarikan solusinya," pungkas Yustinus. (nak/mul)