Selasa, 17 September 2019


Kemenag Imbau Muzaki Segera Tunaikan Zakat

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 721
Kemenag Imbau Muzaki Segera Tunaikan Zakat

ilustrasi

SINTANG, SP Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, Nurhadi mengimbau umat Muslim yang termasuk kategori muzaki, segera menunaikan zakat, sebagaimana ketentuan dalam salah satu rukun Islam. Untuk penyaluran zakat fitrah, zakat mal (harta), infak dan sedekah, bisa melalui mitra Kemenag yakni Badan Amil Zakat Nasional Daerah (BAZNASDA) atau Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid dan musala di wilayah masing-masing.

“Zakat bisa disalurkan ke BAZNAS dan UPZ baik tingkat masjid, surau, RT, RW dan desa yang sudah terbentuk secara terstruktur,” ujarnya, Selasa (13/6).
Pembayaran zakat tersebut, sudah dapat dilakukan terhitung sejak 1 Ramadan, hingga 1 Syawal sebelum khatib membacakan khotbah Idulfitri. Hanya saja, memang pembukaan untuk penerimaan zakat jarang dilakukan di awal Ramadan.

Nurhadi memaparkan, zakat fitrah bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama membayar zakat dengan makanan pokok atau beras yang dikonsumsi sehari-hari. Kedua, menggantinya dengan uang senilai harga beras yang dikonsumsi tersebut.

“Sebagaimana ketentuan yang telah Allah perintahkan, zakat fitrah itu ditunaikan dengan makanan pokok (beras) sebanyak 2,5 kilogram per individu. Jika dengan uang maka disesuai dengan harga  beras yang dikonsumsi individu tersebut,” jelasnya.
Ketetapan pembayaran zakat fitrah dengan menggunakan uang menyesuaikan Surat Edaran Kemenag Provinsi Kalbar, yang dibuat sebagai hasil dari tindak lanjut rapat koordinasi Kemenag yang dihadiri Biro Kesra Pemprov Kalbar, IAIN Pontianak dan Perum Bulog Divre Kalbar tertanggal 26 Mei 2017 yang lalu.

Hasil rapat tersebut menerangkan empat klasifikasi. Klasifikasi I, beras harga Rp15 ribu per kilo, dikali 2,5 kilo beras menjadi Rp 37.500. Klasifikasi II, beras harga Rp14 ribu per kilo dikali 2,5 kilo beras menjadi Rp35 ribu. Klasifikasi III, beras seharga Rp12 ribu dikali 2,5 kilo beras menjadi Rp30 ribu. Klasifikasi IV beras harga Rp10 ribu dikali 2,5 kilo menjadi Rp25 ribu.

“Namun jika ada yang ingin membayar di atas harga beras yang dimakan sehari-hari, hal tersebut tidak ada persoalan. Yang tidak boleh memakan beras dengan harga tinggi dan membayar zakat dengan harga beras rendah,” terang Nurhadi.
Di sisi lain, UPZ dan lembaga amil zakat juga diimbau untuk tetap berpegang pada prinsip amanah dan jujur dalam menerima dan menyalurkan zakat. Selain itu, Kemenag juga meminta agar pendistribusian kepada delapan asnaf (golongan) yang berhak menerima zakat atau mustahik tepat sasaran.

“Zakat fitrah harus dibagi habis. Sementara zakat mal, infak dan sedekah agak lebih fleksibel dalam penyalurannya,” katanya.
Dia mengingatkan, pendistribusian zakat fitrah jangan sampai menumpuk di satu tempat. Harus saling mengisi seperti metode subsidi silang.

Contoh, di RT 1 penerima zakatnya lebih sedikit dibandingkan RT 2 yang banyak calon penerima zakat. Maka kelebihan tersebut bisa disalurkan ke yang mengalami kekurangan tadi,” pungkasnya. (nak/and)