Selasa, 24 September 2019


Distanbun Pastikan Lada Petani Perbatasan Dimakan Jamur

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 699
Distanbun Pastikan Lada Petani Perbatasan Dimakan Jamur

ilustrasi

SINTANG, SP – Distanbun Sintang, memastikan kebun petani lada di Kecamatan Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu, yang rusak bukan disebabkan virus. Namun, hanya karena salah pengolahan lahan, sehingga di makan jamur.  

Sebelumnya, sempat diberitakan, jika para petani mengeluh tanaman lada mereka diserang virus, yang menyebabkan batang tanaman lada membusuk dan mati, sehingga para petani meminta Pemkab Sintang turun tangan ntuk mengatasi persoalan yang sedang mereka hadapi.  

Menurut staf teknis bidang pembenihan, Distanbun Sintang, Joko Rianto, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan diketahu jika tanaman lada petani perbatasan disebabkan oleh jamur jenis Phytophtora Capsici.
 

“Informasi yang kita terima lada petani diserang virus, itu tidak benar. Usia pengamatan dan pengecekan di lapangan, ternyata tanaman lada tersebut membusuk pada pangkal batang karema jamur,” ujar Joko, saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (16/6).
  Kondisi tersebut kata Joko juga sama seperti yang pernah dialami oleh para petani lada di Sambas dan Singakawang pada 1987. Saat ini, kasusnya kembali terjadi, dengan korbannya adalah para petani lada perbatasan Sintang.  

“Dari hasil pengamatan, juga diketahui budidaya lada yang diterapkan oleh petani di perbatasan, belum tepat. misalnya, land clearing bekas lahan karet atau hutan pada saat mulai pembukaan ladang tidak dilakukan pembersihan secara baik dan benar,” paparnya.
  Selain itu Joko juga menilai para petani pembudidaya komoditi lada di perbatasan juga kurang mengindahkan jarak tanam yang seharusnya sehingga dengan dalih menghemat lahan lalu bibit ditanam dengan dengan jarak dekat.  

“Seharusnya, jarak tanaman per bibit itu, 2,5 x 2x5 meter. Namun, kenyataan yang di lapangan kurang dari itu. Kemudian untuk bibit dan pupuk juga para petani mengambil bibit dan pupuk dari Malaysia yang belum kita ketahui kualitasnya,” pungkas Joko. (nak/mul)