Sintang Waspada Radikalisme

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 524

Sintang Waspada Radikalisme
BERSAMALAMAN - Bupati Jarot bersalaman dengan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sintang, saat halal bi halal yang digelar Pemkab dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Kegiatan ini berlangsung di halaman kantor Bupati Sintang, Rabu (5/7).
SINTANG, SP - Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sintang, Budi Harto mengatakan, hingga kini tidak ditemukan aktivitas radikal di Bumi Senentang. Pengawasan yang ketat, jadi salah satu cara menangkal ancaman radikalisme tersebut.  

“Sejauh ini, paham-paham radikal tidak ada. Kita sudah dan terus pantau, melalui koordinasi yang intens dengan semua pihak, terutama Forkompinda,” kata Budi, saat ditemui di Balai Ruai, Komplek Rumah Jabatan Bupati Sintang, Rabu (5/7).   Budi menegaskan, sesuai dengan kesepakatan bersama yang dibuat bersama Forkompinda dan seluruh lapisan masyarakat, lewat Forum Silaturahmi Kebangsaan beberapa waktu yang lalu, masyarakat Sintang menolak dan memerangi paham radikal.  

“Kami tidak menyebut kelompok, namun secara umum kita menolak yang namanya paham radikal. Apapun organisasi tersebut, kalau sudah terindikasi radikal, yang bertentangan dengan Pancasila dan intoleransi, tentu ditolak,” ujarnya.  

Ia pun meminta masyarakat, jika melihat adanya aktivitas yang mencurigakan, segera menyampaikan ke aparat yang berwenang. Budi juga berharap, masyarakat tidak main hakim sendiri, karena akan semakin memperkeruh suasana.   Kapolres Sintang, AKBP Sudarmin menegaskan, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan, dalam mengantisipasi adanya aktivitas paham radikal. Paham ini bisa saja berujung pada tindak teror, yang mungkin saja terjadi di wilayah hukum yang dipimpinnya.  

“Kami dalam kewaspadaan tinggi. Setiap perkembangan situasi yang ada kami pantau. Kami juga meningkatkan koordinasi dengan semua pihak, terutama masyarakat,” ujar Kapolres.  

AKBP Sudarmin juga memastikan, seluruh anggota kepolisian selalu mengamati dan memonitor perkembangan keadaan, yang memungkinkan munculnya aksi teror.  

“Pada prinsipnya, Polri sudah mengambil langkah-langkah antisipasi, baik pucuk pimpinan dari pusat hingga ke daerah,” tuturnya.   Kapolres menyakinkan, pihaknya tidak takut ataupun gentar berhadapan dengan aksi teror. Sebab sebagai anggota Polri, tugas utama yang diemban adalah memberikan rasa aman, nyaman, dan suasana tenang di masyarakat, khususnya di Kabupaten Sintang.  

Ia juga memastikan, hingga kini di Sintang tidak ada paham-paham radikal, yang berkembang dan akhirnya terlibat jaringan terorisme.  

“Pantauan kami, tidak ada paham radikal yang melibatkan terorisme di wilayah hukum Kabupaten Sintang,” kata mantan Kapolres Kapuas Hulu ini.   Terkait posisi Kabupaten Sintang, sebagai wilayah perbatasan, maka Polres Sintang telah memperkuat pengawasan dan pengecekan langsung, agar tidak ada kemungkinan menjadikan wilayah perbatasan sebagai akses masuk paham-paham radikal dan pelaku terorisme.  

“Koordinasi dengan pemerintah, hingga ke desa-desa dan masyarakat, juga terus ditingkatkan. Kami juga menjalin komunikasi dengan negara tetangga kita (Malaysia). Kewaspadaan kita utamakan, karena potensi dan kemungkinan adanya ancaman teror selalu ada,” pungkasya. (nak/mul)

Komentar