Terisolir, Desa Deme Belum Pernah Ada Petugas Kesehatan

Sintang

Editor Admin Dibaca : 637

Terisolir, Desa Deme Belum Pernah Ada Petugas Kesehatan
TANDU ORANG SAKIT - Sejumlah warga Desa Bahenap, Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, menggotong warga bernama Nuryana yang telah sakit sekitar dua minggu, dirujuk ke RSUD Putussibau, Kamis (8/6). (Ist/SP)
Desa Deme di wilayah Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang merupakan salah satu desa di wilayah pedalaman. Kondisi infrastruktur menuju wilayah ini, terbilang cukup sulit karena harus melewati sungai berarus deras dan beriam. Butuh waktu hampir satu minggu pulang-pergi dari ibu kota kabupaten.

Lokasi desa Deme yang jauh dan berada di wilayah pedalaman ini pula, membuat desa tersebut hingga saat ini, belum pernah ditempati petugas kesehatan. Kenyataan bahwa desa ini belum ada tenaga kesehatan, juga diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh.

“Ya, Desa Deme itu di daerah Kemangai, sampai sekarang belum pernah ada petugas kesehatan yang bertugas di sana,” ujar Sinto saat ditemui di kantornya, Senin (24/7).

Diakui Sinto, dirinya memang sudah berniat mengunjungi desa tersebut untuk meninjau. Namun, karena lokasinya jauh ditambah waktu yang terbatas, membuat dirinya belum punya waktu untuk pergi ke sana. “Lokasinya jauh memang, pulang-pergi saja butuh waktu satu minggu, sehingga kalau mau ke sana memang harus benar-benar terjadwal. Untuk sekarang jadwal masih padat sehingga belum memungkinkan saya berangkat,” imbuhnya.

Desa Deme merupakan desa terakhir yang harus dilewati oleh pengunjung yang ingin menyambangi air terjun tertinggi di Kalbar. Yakni, air terjun Nohkan Nayan yang belakangan mulai banyak dibicarakan di jejaring sosial, karena keindahan dan ketinggiannya.

“Untuk sampai ke sana itu harus pakai sampan melewati riam, jalan kaki, pakai sampan lagi. Arus riam yang deras, menjadi tantangan luar biasa menuju wilayah ini,” lanjutnya.

Diakui Sinto, dirinya sudah pernah mencapai desa terdekat dengan air terjun fenomenal tersebut. Namun, desa itu bukan Desa Deme, melainkan desa sebelumnya lagi. Belum adanya tenaga kesehatan di desa tersebut, bukan berarti pemerintah menganaktirikan dalam hal pemberian pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan. Namun, karena belum ada petugas yang siap untuk ditempatkan di sana.

“Ndaklah, kami tidak lupa dengan desa yang berada di wilayah ujung seperti Deme ini. Justru kami sedang mencari tenaga kesehatan yang mau magang di daerah. Kalau ada keluarga yang punya anak bidan, atau perawat, datang ke Dinkes,” imbuhnya.

Pemerintah saat ini fokus memperjuangkan tenaga kesehatan, untuk bisa tersebar merata di semua desa di Kabupaten Sintang. Tenaga kesehatan yang bersedia untuk mengabdi ke daerah, statusnya magang. Sebab, belum ada pengangkatan bidang PTT.


“Tapi kami tetap mengajukan ke pemerintah untuk tenaga honor kesehatan. Kalau ada yang siap, akan kami magangkan di desa-desa. Datang saja ke kami, sebab banyak desa yang butuh bidan,” jelasnya.


Sinto menegaskan, Dinas Kesehatan hanya menginginkan tenaga kesehatan yang bersedia untuk bertugas di desa. “Yang penting mereka mau saja, jangan pilih tempat. Jangan begitu datang ke sini, bilangnya mau ditempatkan di kota atau atau daerah terdekat saja. Kalau begitu, terus bagaimana nasib mereka yang ada di pedalaman, yang butuh kehadiran tenaga kesehatan,” tandasnya.


Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Herimaturida mengakui, tenaga kesehatan menjadi sangat diperlukan di pedesaan. Mengingat jarak dari desa menuju kecamatan, bahkan ke kota kabupaten cukup sulit dijangkau. Ditambah kondisi infrastruktur belum merata.


“Di Kalbar, khususnya Sintang, tidak seperti di Jawa. Jarak dari desa satu ke desa lain di Kalbar, jauh. Belum lagi aksesnya masih sulit,” kata Heri.
Diakui Heri, sejauh ini peningkatan terhadap sektor kesehatan di Kabupaten Sintang, meningkat tiap tahunnya. Heri tidak menampik, masih ada desa di Kabupaten Sintang yang belum ada tenaga kesehatannya.

“Target dua tahun ini, setiap satu desa wajib memiliki satu tenaga kesehatan. Ini target yang luar biasa,” ungkapnya. (nana arianto/lis)