Rabu, 20 November 2019


Sintang Wujudkan Misi Pembangunan

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 531
Sintang Wujudkan Misi Pembangunan

SAMBUT – Bupati Sintang, Jarot Wanarno, bersama Wabup, Ketua DPRD, Kapolres dan beberapa pejabat lainnya, disambut anggota Paskibra, saat memasuki tempat upacara, di Stadion Baning Sintang.

SINTANG, SP - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 di Kabupaten Sintang berjalan khidmat. Upacara peringatan detik-detik proklamasi yang berlangsung di Stadion Baning, dihadiri sejumlah pejabat Forkompinda dan OPD di lingkungan Pemkab Sintang, Kamis (17/8).  

Upacara dimulai pukul 10.00 WIB. Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Sintang, Jarot Winarno, yang didampingi Wabup Askiman. Sedangkan Ketua DPRD Sintang, Jefray Edward, sebagai pembaca teks proklamasi.   Bupati Jarot mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan jadi momentum merajut kebersamaan. Dengan semangat dan etos kerja yang tinggi, untuk terus membangun Bumi Senentang. Hal ini sesuai dengan spirit yang menjadi motto dalam perayaan HUT Kemerdekaan ke-72, yakni Indonesia Kerja Bersama.  

“Apalagi Kabupaten Sintang adalah miniatur Indonesia. Ada berbagai suku dan budaya, sehingga kita harus bekerja bersama-sama dalam keberagaman itu,” ujarnya.   Menurut Bupati Jarot, keberagaman adalah modal besar untuk membangun. Ia menyampaikan, kurang lebih 18 bulan masa kepemimpinannya bersama Wabup Askiman, telah terasa kemajuan pembangunan. Semua itu, tentu tidak bisa dicapai tanpa dukungan semua elemen masyarakat.  

“Mari kita tingkatkan kebersamaan, bersama-sama membangun, agar Sintang lebih baik lagi. Kita harus maju dan terdepan, dalam rangka menyejahterakan masyarakat,” papar Bupati Jarot.
 

Sementara itu, Wabup Askiman juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memaknai perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-72, dengan mengingat jasa-jasa para pahlawan. Mereka telah berjuang untuk membebaskan negeri dari cengkraman penjajah di masa lalu.  

“Salah satu yang patut jadi teladan kita adalah Apang Semangai. Ia pahlawan dari Sintang, yang ikut berjuang merebut kemerdekaan,” ujar Wabup Askiman. Dimasa lalu, lanjut mantan Kadis PU ini, Apang Semangai dikenal sebagai pejuang yang tangguh melawan penjajahan Belanda di tanah Sintang.

Sehingga, untuk melawan Apang Semangai pun harus dilakukan dengan cara yang licik. Penjajah memberi racun dalam obat yang diminum oleh pahlawan yang dikenal sebagai seorang panglima perang, sekaligus tumenggung ini.   “Kita adalah bangsa yang besar. Bangsa yang gigih, dan punya pendirian. Para pejuang kita punya prinsip dan pendirian,” tuturnya.  

Makna sebuah kemerdekaan, kata Wabup Askiman, bukan saja tentang pembangunan yang belum bisa dilakukan secara merata atau masih banyaknya daerah yang mengeluh karena akses jalan maupun listrik belum ada. Namun, lebih dari itu, kemerdekaan adalah di mana masyarakat bebas berekspresi tanpa tekanan dari pihak manapun.  

Persoalan pembangunan, papar Wabup Askiman, tentu tidak bisa dilakukan sekaligus, melainkan bertahap. Untuk perbatasan di Sintang sudah ada peningkatan yang signifikan.    

“Semuanya akan terus kita tingkatkan. Kita komitmen dari perbatasan dan terisolir lah, kita mulai membagun, sesuai dengan visi misi, yaitu membangun dari pinggiran,” pungkasnya. (nak/mul)