Jembatan Ketungau II Akses 16 Desa

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 733

Jembatan Ketungau II Akses 16 Desa
PROSESI ADAT – Bupati Sintang, Jarot Winarno, bersama rombongan disambut tarian adat, saat peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Ketugau II, Selasa (22/8).
SINTANG, SP - Pembangunan Jembatan Ketungau II, jadi dambaan masyarakat 16 desa di Kecamatan Ketungau Tengah. Jembatan ini merupakan akses yang menghubungkan arus barang dan 18.000 warga desa. Diharapkan, dengan realisasi pembangunan jembatan ini, maka akses transportasi akan lebih mudah.  

Pembagunan jembatan ini ditandai dengan peletakan batu pertama, oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno, Selasa (22/8). Jembatan Ketungau II ini terletak di Desa Nanga Merakai, dan akses satu-satunya ke wilayah perbatasan.   “Selama ini, masyarakat menyeberang dengan ponton. Adapun biaya sekali menyeberang Rp300.000-400.000,” ujar tokoh masyarakat Ketungau Tengah, Lewi Majiono.  

Tingginya biaya dan ongkos yang harus dikeluarkan, membuat masyarakat kesulitan untuk arus transportasi. Hanya mereka yang benar-benar memiliki keperluan, misalnya membawa barang untuk diperdagangkan atau ada urusan penting lainnya, baru menyeberang.  

“Pembangunan Jembatan Ketungau II ini sangat diidamkan masyarakat. Sudah lama kami nantikan keberadaannya, sehingga kami berharap, pembangunannya bisa segera,” paparnya.   Menurut Lewi, penancapan tiang pertama pembangunan Jembatan Ketungau II, jadi sejarah tersendiri. Selama ini, masyarakat di 16 desa Kecamatan Ketungau, hampir bosan menunggu realisasi ini. Bahkan, saat kedatangan pejabat Kementerian PUPR, warga sempat apatis.  

Camat Ketungau Tengah, Dakun menuturkan, ada 18.000 jiwa, dari 16 desa di wilayahnya. Oleh karena itu, ketika jembatan tersebut dibangun, maka diharapkan bisa menunjang berbagai sektor, terutama ekonomi.   “Kami bersyukur, kini pembangunan di Ketungau, terutama infrastruktur semakin baik. Kondisi jalan juga mulai lebih nyaman dari sebelumnya,” kata Dakun.  

Dengan adanya peningkatan infrastruktur, lanjut Dakun, maka ekonomi masyarakat, juga semakin baik. Ia berharap, ke depannya tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah. Demikian pula dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lainnya.  

Bupati Sintang, Jarot Winarno dalam paparannya di hadapan masyarakat yang hadir mengatakan, bahwa jembatan tersebut nantinya bukan saja penting bagi masyarakat Ketungau Tengah, namun juga masyarakat di Ketungau Hulu. Bahkan semua warga di Indonesia, yang punya kepentingan bisnis dan usaha.  

“Selain itu, arus dari Naga Badau, Kapuas Hulu bisa melewati jembatan tersebut. Persiapan ke depannya, Nanga Merakai, akan jadi Ibu Kota Kecamatan Ketungau Tengah,” tutur Bupati Jarot.   Dengan dibangunnya Jembatan Ketungau II, papar Bupati Jarot, maka berbagai proyek strategis nasional, akan mudah direalisasikan. Ia berharap, jembatan jadi salah satu alasan pembangunan jalur paralel perbatasan, yaitu dari Nanga Badau dan Nanga Kantuk, hingga ke Merakai.  

“Saya minta masyarakat untuk serius mendukung pembangunan jembatan ini. Sebab, jika masyarakat dan Pemkab serius menunjukan komitmen pembagunan, maka semua pihak dengan sendirinya juga turut terlibat,” ujarnya.  

Dalam kunjugannya ke Nanga Merakai, Ketungau Tengah, Bupati Jarot juga meresmikan gedung baru Kantor Camat Ketugau Tengah. Kemudian meninjau pembangunan Puskesmas Nanga Merakai, dan menutup secara resmi rangkaian kegiatan HUT RI ke-72 di Kecamatan Merakai. (nak/mul)