Selasa, 17 September 2019


Narkoba Masuk ke Lapas Klas IIB Sintang

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 853
Narkoba Masuk ke Lapas Klas IIB Sintang

ilustrasi

SINTANG, SP - Usai kasus kaburnya seorang Nara Pidana (Napi) pada Rabu (23/8) dini hari WIB, kini Lembaga Permasyarakat (Lapas) Klas IIB Sintang, diterpa kasus Narkoba. Penemuan barang haram ini, terjadi pada Jumat (25/8).   Barang haram berupa serbuk putih, yang diduga kuat merupakan Narkoba ditemukan oleh petugas Lapas, saat memeriksa dan mengeledah secara mendadak ruang-ruang tahanan, yang dihuni oleh 500 orang tersebut.  

“Kita lakukan pemeriksaan dan pengeledahan mendadak dini hari. Dan petugas menemukan barang haram tersebut,” ujar Kepala Pengamanan (Kapam) Lapas Klas IIB Sintang, Feri Hermawan, kepada Suara Pemred.
  Narkoba berjenis sabu tersebut, lanjut Feri ditemukan di pada WC para tahanan, sehingga belum bisa dipastikan siapa pemiliknya. Ia mengatakan, akan menelusuri siapa pemilik barang tersebut dan bagaimana proses barang tersebut bisa masuk.  

“Ditemukan di WC blok Narkoba. Hingga saat ini, belum diketahui siapa pemiliknya,” paparnya.   Selain menemukan serbuk kristal putih dalam beberapa paket, petugas Lapas juga mengamankan beberapa barang lainnya, milik para Napi di Lapas tersebut. Barang-barang tersebut tidak seharusnya ada di Lapas, misalnya senjata tajam, kawat, dan handphone.   Saat ditanya berapa jumlah barang yang ditemukan tersebut, Feri mengaku pihaknya belum berani menimbang. Sebab barang tersebut nanti akan diserah ke aparat Kepolisian untuk ditindaklanjuti.  

“Jumlahnya sekitar sembilan paket. Kami belum berani menimbag, yang jelas nanti akan diserahkan ke Polres. Untuk ditindaklanjuti,” imbuhnya.   Mengenai razia dadakan ini, Feri mengaku adalah kegiatan rutin. Paling tidak seminggu sekali pasti ada razia. Diungkapkannya, memang tidak mudah mengawasi jumlah para tahanan sebanyak itu. Terlebih petugas jumlahnya tidak sebanding. Belum lagi blok-blok tahanan, hampir semua over kapasitas, terutama blok Narkoba.  

“Kelemahan kita memang petugas yang kurang, sementara penghuni over. Pemeriksaan terhadap para pembesuk tahanan telah ketat, namun kita tetap kecolongan," tutur Feri.
 

Feri menilai, ada banyak cara barang haram tersebut bisa masuk ke Lapas. Terlebih ada beberapa pengedar yang saat ini sedang dibina di Lapas Klas IIB Sintang.   Selain menggelar razia rutin, Lapas Klas IIB Sintang juga mengadakan tes urine untuk para pegawainya. Tes urine dilakukan sebagai bentuk pengawasan di tingkat internal. Puluhan pegawai pun antri mengikuti tes urine pada Jumat (25/8) pagi.  

Tes urine dilakukan oleh Satuan Tugas Keamanan dan Ketertiban (Satgaskamtib) dari Kemenkumham. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Kalbar, Tholib.   "Sebagai Kadiv baru, saya ingin memastikan kondisi Lapas di berbagai daerah. Agar aman dan terkendalai. Tekad saya membersihkan lingkungan Lapas dari bahaya Narkoba," kata Tholib.  

Pegawai Lapas, kata Tholib tidak boleh dan harus bebas dari pengaruh Narkoba. Meski tak bisa dipungkiri, masih ada petugas yang terlibat Narkoba di berbagai wilayah di Indonesia. Namun, Tholib berharap hal itu tidak terjadi di Lapas Klas IIB Sintang.  

Tholib memastikan, jika masih ada pegawai Lapas dan Bapas yang mempunyai niatan dan keinginan untuk coba-coba mengkonsumsi Narkoba, maka risikonya akan ditanggung oknum itu sendiri. Pihaknya akan menindak tegas oknum tersebut, sesuai dengan aturan yang berlaku dan itu tanpa pandang bulu.  

“Saya kelililing Kalbar. Target saya semua Lapas dan Rutan di Kalbar ini diperiksa. Saya pastikan, para petugas harus betul-betul steril dari Narkoba," ujarnya. (nak/mul)