Rabu, 20 November 2019


Pemilik Ruko Diingatkan Tidak Tutup Saluran Drainase

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 616
Pemilik Ruko Diingatkan Tidak Tutup Saluran Drainase

Sekretaris Dinas Perkim Sintang, Zulkarnain. Nana harianto

SINTANG, SP - Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sintang, Zulkarnanin menyayangkan masih ada pemilik tempat usaha yang membangun ruko menutup saluran drainase yang sudah dibuat oleh pemerintah.

“Kelakuan seperti ini tidak pantas dilakukan,  sebab bisa menghambat saluran air yang berpotensi menyebabkan banjir,” ujar Zulkarnain kepada Suara Pemred, Sabtu (16/9).
Meski ada kawasan tertentu jauh dari potensi banjir, namun menurut Zulkarnain keberadaan saluran air atau drainase tidak bisa ditutup begitu saja, sebab saluran tersebut dibuat dengan tujuan agar air dapat mengalir denga lancar ketika musim penghujan datang.

“Jadi mereka ini hanya memikirkan tempatnya saja, padahal saluran air ini penting. Kalau ditutup ya tersumbat dan menyebakan genangan air saat hujan,” terangnya.
Zul, sapaan akrabnya berharap agar kedepan jangan sampai ada lagi ditemui prilaku serupa.

Sebab jika masih ada maka pihaknya tidak segan-segan untuk memberi peringatan keras bahkan bisa saja dilakukan penutupan terhadap tempat usaha yang mengabaikan perintah tersebut.
Zul menegaskan pihaknya tidak prnah melarang masyarakat untuk membangun selama pembangunan dilakukan dengan mengikuti kaidah yang ada, serta memperhatikan dan mempertimbangkan keberadaan saluran drainase di depan bangunan yang didirikan.

“Silahkan saja membangun ruko dan sebagainya, tapi hal yang dianggap kecil ini jangan diabaikan. Sebab kalau sudah hujan dan banjir siapa yang mau tanggungjawab,” katanya.
Kendati demikian, Zul juga tidak memungkiri bahwa belum adanya payung hukum juga cukup menyulitkan bagi pihaknya untuk membuat masyarakat patuh akan pentingnya saluran drainase.

“Sebenarnya kami sudah rapat dengan pihak Satpol PP Sintang terkait Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum untuk hal ini. Nanti akan kami pertajam lagi agar Perda khusus drainase di depan kawasan pertokoan bisa menjadi dasar ketika pemilik bangunan membandel dan sulit diingatkan,” terangnya.


Dengan adanya Perda yang jelas mengantur hal tersebut maka kedepan pihaknya bisa bertindak tegas kala menjumpai pemilik bangunan dan ruko yang tidak mau membuat atau bahkan menutup saluran drainase. “Kita belajar dari Kota Singkawang, di sana pemilik bagunan dan ruko yang kedapatan menutup saluran drainase maka tempat usaha mereka akan ditutup dan disegel. Ini sangat efektif,” jelasnya.

Selain mengingatkan para pemilik usaha untuk tidak menutup saluran drainase, Zul juga memita masyarakat dan para pelaku usaha yang membangun ruko untuk membuat saluran drainase. “Saluran drainase inikan belum semuanya ada, nah kami minta agar para pelaku usaha memperhatikan hal ini,” harapnya.


Zul juga mengatakan bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Telkom da PDAM yang kerap melakukan pengalian. “Nanti kita koordinasi juga dengan Telkom dan PDAM agar jangan sampai ketika melakukan pengalian, mereka malah merusak saluran drainase,” pungkasnya. (nak/pul)