Komitmen Sintang untuk Mendukung KLA

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 480

Komitmen Sintang untuk Mendukung KLA
WORKSHOP - Kepala Gugus Tugas KLA Kabupaten Sintang, Kartiyus tampak sedang memaparkan materi dalam workshop yang bertemakan “peran media dalam mendukung capaian Kabupaten Layak Anak” yang bertempat di aula Bappeda Kabupaten Sintang, Selasa (17/10).
SINTANG, SP - Wahana Visi Indonesia (WVI) bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengelar workshop yang bertemakan “peran media dalam mendukung capaian Kabupaten Layak Anak (KLA)” yang bertempat di aula Bappeda Kabupaten Sintang, Selasa (17/10).

Kepala Gugus Tugas KLA Kabupaten Sintang, Kartiyus mengatakan bahwa Sintang sudah cukup lama berkomitmen mendukung terciptanya KLA. Sehingga dengan predikat yang sekarang diperoleh, maka Sintang akan terus memperbaiki diri utamanya dalam menuju KLA.

“Semenjak tahun 2013 Sintang sudah berkomitmen untuk menjadi KLA. Sintang sudah mendapatkan predikat tingkat pratama, dan kita usahakan selanjutnya untuk mendapatkan kategori tingkat madya,” ujar Kartiyus. Kartiyus yang juga Kepala Bappeda Kabupaten Sintang ini menuturkan, bahwa  upaya mewujudkan KLA tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan harus ada sinergi dengan pihak terkait lainnya, seperti perusahaan melalui dana CSR, swasta dan masyarakt itu sendiri.

“Jika Sinergitas ini sudah terbangun, maka KLA bukan sesuatu yang mustahil untuk kita capai. Wujud kongkrit kita sudah banyak, mulai dari pembentukan Forum Anak, kebijakan atau Perda yang melindungi kepentingan anak-anak daerah kita,” bebernya. Sementara itu, untuk tataran eksekusi kata Kartiyus dilakukan oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, seperti Dinas Kesehatan, Pendidikan maupun Infrastruktur.

“Sesungguhnya ini melibatkan banyak pihak. Di Dinas Sosial misalnya, mereka punya yang namanya program Keluarga Harapan, itu juga untuk anak-anak, dan masih banyak lagi yang lainnya. Itu semua untuk rangka perlindungan anak,” bebernya. Sementara itu, Tim Pengembangan KLA, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nanang Abdulhanan menekankan bahwa banyak isu yang menjadi fokus mengapa KLA dipandang penting dalam menyelamatkan masa depan generasi muda Indonesia.

“KLA adalah satu pendekatan pembangunan hak anak. Kita selama ini sedang melakukan proses-proses pembangunan dengan memberikan pemenuhan hak kepada warga negara,” kata Nanang. Isu sentral yang saat ini berkenaan dengan hak dan perlindungan anak kata Nanang sangatlah banyak. Mulai dari narkoba, pergaulan bebas,  sampai pada prostitusi. Semua menjadi hantu yang siap menyeret generasi muda menuju kehancuran masa depan.

Dikatakan Nanang, berdasarkan data statistik mencatat setidaknya ada sekitar 34 persen atau sekitar 85 juta anak Indonesia sedang menghadapi bahaya berupa kekerasan di lingkungan mereka termasuk keluarga. “Sangat terancam oleh kekekerasan, lingkungan yang tidak mendukung, orang tua yang mengalami masalah ekonomi, kurangnya pola pengasuhan keluarga sehingga anak-anak kita menjadi terabaikan,” imbuhnya.

Berangkat dari permasalahan tersebutlah, Kabupaten/Kota dituntut untuk mampu memmberikan ruang yang lebih kepada anak melalui komitmen mewujudkan KLA di wilayah masing-msing. “Makanya untuk mewujudkan KLA ini, nanti menjadi tugas Pemda dalam hal ini bupati selaku pemegang kuasa. Kalau di nasional  menjadi keputusan presiden untuk berkomitmen mewujudkan Indonesia yang layak anak,” pungkasnya. (nak/pul)  

Komentar