Senin, 14 Oktober 2019


Kebakaran di Sintang Hanguskan 26 Ruko

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 604
Kebakaran di Sintang Hanguskan 26 Ruko

ANGKUT BARANG - Seorang tampak sedang mengangkut barang yang masih bisa dipakai dari ruko yang terbakar di komplek pasar Sungai Durian, Jalan Kolonel Sugiono Kelurahan Kapuas Kanan Hulu,

SINTANG, SP - Kebakaran kembali terjadi di Kota Sintang, kali ini si jago merah mengamuk di sekitar ruko yang padat pedagang, komplek pasar Sungai Durian, Jalan Kolonel Sugiono Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang, Senin (23/10), pada pukul 02:15 dinihari. Sedikitnya delapan mobil pemadam kebakaran yang diturunkan kelokasi.

 Lima diantaranya dari Damkar Sintang, dua dari Busera kota Sintang serta satu armada dari Busera Sepauk. Api baru dapat dijinakan sekitar 2 jam setelah kebakaran. Sebagian besar ruko yang berada di lokasi kebarakan merupakan toko kain sehingga membuat api dengan cepat membesar. Banyak pedagang yang tak bisa menyelamatkan barang mereka lantaran tinggal jauh dari ruko yang mereka sewa.

Dari pantauan Suara Pemred, salah satu pedagang yang memiliki empat pintu ruko di lokasi kebakaran tampak frustasi dan hanya bisa duduk termenung sambil memandang reruntuhan bangunan.
“Saya tidak bisa berfikir lagi, saya juga tidak tahu berapa kerugian yang saya derita. Yang jelas saya punya empat pintu ruko dan semuanya habis tanpa sisa,” ujar pedagang tersebut kala ditemui Suara Pemred, Senin (23/10) pagi di lokasi kejadian.

Menurut pedagang yang engan menyebutkan namanya ini, dirinya bahkan baru mengetahui rukonya terbakar sekitar pukul empat pagi, dan itu tentu sudah tidak ada waktu dan kesempatan lagi untuk menyelamtakan barang-barang miliknya lantaran kebakaran sudah berlansung selama kurang lebih dua jam.

“Saya tinggal jauh dari sini. Begitu sampai lihat ruko sudah hangus semua,” terangnya. Pedagang lainnya, Novi yang berjualan pakaian dan berjarak kurang lebih satu meter saja dari komplek ruko yang terbakar mengaku, masih beruntung lantaran kesigapan petugas pemadam kebakaran sehingga api tak sampai menyeberang ke toko-toko mereka yang berada di sebelah kiri komplek ruko.

“Padahal tempat kita ini sebagian dari kayu, saya tidak bisa membayangkan jika api sampai menyeberang. Habis semua toko kami di sini,” tuturnya. Meski tidak tinggal di lokasi tempat berjualan, namun Novi terbilang lebih awal mendapat informasi tentang adanya kebakaran, sehingga ia bisa langsung menuju lokasi untuk mengamankan barang-barang di tokonya.

“Saya sampai ke sini, petugas pemadam sudah datang. Tapi waktu itu mereka baru berada di depan, belum ke arah belakang. Karena memang katanya sumber api itu dari arah depan,” lanjutnya. Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sintang, Yudius saat dikomfirmasi mengenai peristiwa ini mengungkapkan ia beserta tim langsung bergerak kelokasi pasca menerima laporan adanya kebakaran.

“Memang yang terbakar berada dalam satu kesatuan, namun ada beberapa ruko yang berada di sebelah kanan dan kiri berhasil diselamtkan,” ujar Yudius. Yudius mengungkap tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun puluhan ruko ludes terbakar. Yudius juga mengaku dirinya tidak mengetahui penyebab kebakaran.

“Kami hanya menjalankan tugas untuk memadamkan serta mendinginkan api. Kalau penyebab nanti mungkin pihak kepolisian akan menyelidiki,” imbuhnya. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sintang, Sudirman yang ditemui saat meninjau lokasi kebakaran mengatakan, setidaknya ada 26 pintu ruko yang hangus terbakar dalam peristiwa tersebut dengan kerugian diperkirakan sekitar 31 miliar rupiah.

“Kita dari Pemda tentu sangat prihatain, berkaitan dengan apa tindakan kedepan tentu akan kita komunikasikan dulunya dengan pak Bupati,” katanya. Sudirman mengatakan tanah di lokasi kebakaran merupakan milik Pemda Sintang yang masuk dalam HGB dan HPL.

“Karena ini HGB, saya tidak tahu persis  apakah ini sudah selesai masa berlakunya hak guna  bangunan atau belum. Karena yang tau bagian aset pemerintah,” katanya. Kewajiban untuk membagun kembali kata Sudirman tentu menjadi tanggungjawab pihak lain dan itu bukan kewenagan Pemda. (nak/pul)