Minggu, 15 Desember 2019


Jarot Lakukan Sidak Pasca Libur

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 396
Jarot Lakukan Sidak Pasca Libur

SIDAK - Bupati Sintang, Jarot Winarno saat melakukan sidak dibeberapa dinas dan instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, Selasa (2/1). (SP/Nana)

ASN Bekerja Sesuai Jadwal


Bupati Sintang, Jarot Winarno
“Kita ingin tempat pelayanan seperti Puskesmas ini tetap berjalan normal sehingga masyarakat tetap terlayani dengan baik pasca libur,”

SINTANG, SP - Pasca cuti bersama perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, Bupati Sintang Jarot Winarno melakukan sidak kebeberapa dinas dan intansi di lingkung Pemerintah Kabupaten Sintang.

Sidak tersebut dilakukan Jarot, guna memastikan bahwa para pegawai tetap berkomitmen untuk masuk kembali ke ruang kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Selasa (2/1).

Jarot yang  ditemani Sekda, Yosepha Hasnah, Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah, Henri Harahap beserta  beberapa Pejabat Forkopinda langsung memfokuskan sidak ke Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Dara Juanti, di Jalan Mensiku Jaya, Kecamatan Sintang.

Bupati Sintang mengatakan, kegiatan sidak yang dilakukan ingin mengetahui secara langsung sejauh mana fungsi  operasional  pelayanan  Puskesmas setelah libur beberapa  hari.

“Kita ingin tempat pelayanan seperti Puskesmas ini tetap berjalan normal sehingga masyarakat tetap terlayani dengan baik pasca libur,” ujar Jarot.

Usai dari Puskesmas Dara Juanti, Jarot dan rombongan lantas bergerak menuju kantor Dinas Komunikasi dan Informatika  Kabupaten Sintang. Jarot berharap intansi pemerintah bisa menerapkan open government dalam hal informasi kepada masyarakat.

“Indonesia merupakan sepuluh besar negara yang masuk dalan Open Government, dalam memenuhi tuntutan publik perihal keterbukaan pemerintah lebih transparan, akuntabel dan inklusif ," ujar jarot.

Sehingga dengan begitu, bisa  merespon apa yang menjadi keinginan masyarakat. Salah satu perubahannya adalah tehnologi informasi dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

Selain mengunjungi Puskesmas dan Dinas Kominfo, Jarot juga melakukan sidak di Dinas Pengelola Keuangan  dan Anggaran Daerah (DPKAD), Dinas Perdagangan Industri Koparasi dan Usaha Kecil Menengah serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat  dan Pemerintahan Desa (Pemdes).

Dari hasil sidak tersebut, Jarot mengaku puas karena para ASN tetap bekerja seperti biasa, meskipun jatah libur yang didapat memang tidak seperti yang diharapakn. Namun kata Jarot, tugas dan pelayanan sebagai seorang ASN adalah tanggungjawab yang harus dipikul sehingga tidak ada alasan untuk menambah jatah libur.

“Saya ucapkan terimakasih karena kita semua bisa tetap bekerja seperti biasa setelah melewati kesibukan saat menghadapi Natal dan Tahun Baru 2018 yang baru saja berlalu,” imbuhnya.

Saat menyambangi kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, Jarot mengungkapan bahwa setelah satu tahun sepuluh bulan dirinya menjabat sebagai bupati, belum melihat perubahan yang berarti disektor pendidikan.

hal itu menurutnya diakibatakan berbagai aspek, termasuk akses dan kualitas pendidikan serta pemerataan tenaga pelajar dan kegaduhan masalah Guru Garis Depan (GGD) yang terjadi tempo hari.

“Saya berharap pada tahun 2018 ini  Diknas Kabupaten Sintang lebih fukos memperhatiakan kondisi sarana infrastruktur dasar serta  prasarana sekolah yang masih kurang dan mengalami rusak cukup parah,” pintanya.

Memang Penting Dilakukan


Tokoh masyarakat Sintang, Murtaza mengatakan, moment liburan selepas perayaan hari raya besar keagamaan kerap kali dimanfaatkan oleh para ASN untuk bermalas malasan. 

"Sudah umum selepas lebaran atau natal biasanya ASN jarang masuk dihari pertama, bahkan hingga dua atau tiga hari sesudahnya," kata Murtaza. 

Karena itu ia mengapresiasi langkah Bupati Sintang melakukan sidak dibeberapa intansi pemerintahan di Kabupaten Sintang.

"Sidak ini memang penting dilakukan, guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan," ujarnya.

Namun demikian, Murtaza mengatakan seharusnya tidak perlu ada sidak dan segala macamnya. Karena sudah seharusnya para ASN sadar akan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara. 

"Kalau mereka paham akan tugas dan tanggung jawab sebenarnya tidak perlu ada sidak. Itu resiko sebagai seorang PNS. Harus patuh pada ketentuan dan aturan yang sudah dibuat," tegasnya.

Selain itu dalam sidak kata Murtaza, harus benar-benar dilakukan untuk tujuan mendisiplinkan pegawai bukan hanya sekedar formalitas saja. 

"Jadi ada hasilnya, dan bisa memberikan efek jera serta peringatan untuk yang lainnya agar konsisten bertugas sebagai abdi negara," pungkasnya. (nak/pul)