Senin, 23 September 2019


Sintang Usulkan 2000 PNS ke Pempus

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 357
Sintang Usulkan 2000 PNS ke Pempus

KEKURANGAN - Tak ada perekrutan PNS selama bertahun-tahun membuat Kabupaten Sintang kekurangan PNS, sehingga harus mengajukan ke pemerintah pusat sebanyak 2 ribu orang, yang didominasi oleh guru sekolah. (Net)

Daniel: Angka Itu Terlalu Besar


Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Sintang, Palentinus
"Kami sudah mengusulkan dua ribu CPNS untuk menutupi kekurangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) kepada pemerintah pusat,"

SINTANG, SP - Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Sintang, Palentinus mengatakan, pihaknya membutuhkan 2.000 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

"Kami sudah mengusulkan 2.000 CPNS untuk menutupi kekurangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) kepada pemerintah pusat," kata Palentinus, Sabtu (13/1).

Ia menjelaskan, usulan 2.000 CPNS itu terdiri atas guru sekolah dasar sebanyak 1.013 orang, guru SMP sebanyak 648 orang, tenaga kesehatan sebanyak 261 orang dan bidang lainnya sebanyak 78 orang.

Dikatakan Palentinus, tidak adanya rekrutmen CPNS selama beberapa tahun ini, membuat Sintang kekurangan tenaga PNS. Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan kuota penerimaan CPNS yang cukup untuk Kabupaten Sintang.

"Sampai saat ini belum ada surat edaran resmi dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk perekrutan CPNS. Informasi yang beredar sekitar Maret, namun surat edaran dari Menpan dan RB kepada kami belum ada," kata Palentinus.

Menurut Palentinus, tahun ini ada 135 PNS yang akan pensiun, sehingga diharapkan perekrutan CPNS paling tidak dapat menutupi jumlah PNS yang pensiun.

Anggota DPRD Sintang, Daniel Banai menilai hampir semua kantor dan instansi pemerintah yang ada di Kabupaten Sintang sebenarnya mengalami kekurangan tenaga PNS.

“Setiap kantor pemerintahan kalau kita lihat kurang, tapi di samping itu yang perlu diketahui bahwa tenaga orang kantoran yang ada banyak yang tidak terlalu efektif juga,” ujar Daniel saat dikonfirmasi via telepon.

Menurutnya, banyak tenaga PNS tidak ditempatkan pada porsinya sehingga berdampak dan terkesan tidak efektif. Padahal kalau penempatan tenaga PNS bisa tepat pada tugas dan fungsinya maka dirinya yakin kinerja PNS akan lebih baik dan berkualitas.

“Tetapi sebenarnya kekurangan itu bagaimana pemerintah lebih meningkatkan kreatifitas kerja. Jangan sampai pegawai ada tapi keratifitasnya tidak baik. Seperti contohnya perawat , saat ini jumlahnya tidak terlalu kurang, kemudian guru juga tidak terlalu kurang, kalau penempatannya profesional,” kata Daniel.

Untuk di Sintang kata Daniel, Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dinilai sangat kurang tenaga PNS, di samping itu pada Dinas PU juga mengalami kekurangan yang cukup signifikan. Sementara ajuan sebanyak 2 ribu tenaga PNS kata Daniel itu tergantung pemerintah pusat apakah menyetujuinya atau tidak.

Daniel juga menilai, angka 2ribu itu terlalu besar, realitisnya berkisar pada angka 1.500 orang itu sudah cukup.

“Saya rasa itu terlalu banyak. Kalau memang kreatifitas kerjanya lebih ditekankan 1.500 saya rasa cukup, tapi harus benar-benar dikawal oleh dinas atau instansi masing-masing,” pungkasnya. (ant/nak/pul)

Harus Tepat Sasaran


Tokoh masyarakat Sintang, Murtaza mengatakan, bahwa permasalahan kekurangan tenaga PNS merupakan masalah klasik dari tahun ke tahun yang dihadapi oleh berbagai instansi pemerintah di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Sintang.

"Beban anggaran pengadaan PNS dinilai menjadi salah satu penyebab utama, padahal sebenarnya ini masalah klasik. Kita selalu kekurangan tenaga PNS, khususnya guru, padahal guru sanngat dibutuhkan,” ujar Murtaza.

Di sisi lain, kata Murtaza juga ada PNS di instansi tertentu yang justru kurang begitu produktif. Kondisi ini juga dinilai sudah menahun. “Kan biasa tu diberita-berita ada PNS yang sering nongkrong di warung kopi pada saat jam kerja, itu yang tidak produktif,” katanya.

Murtaza berharap usulan pengadaan PNS haruslah tepat sasaran, dan mengutamakan sektor-sektor yang paling dibutuhkan. Jangan hanya menambah tapi tidak dapat berfungsi dengan maksimal.

“Perampingan itu penting, utamakan sektor tenaga pendidik karena pendidikan adalah kebutuhan dasar kita untuk mencerdasakan anak bangsa. Di Sintang ini banyak sekali kekurangan guru, itu yang harus digenjot,” pintanya.

Di zaman sekarang kata Murtaza, sudah cukup teknologi untuk membantu meringkan pekerjaan di sektor instansi dan kantor-kantor pemerintah. Seharusnya itu bisa jadi lebih memudahkan dalam hal membantu menyelesaikan pekerjaan.

“Makanya menjaring PNS harus transparan, cari yang profesional dan benar-benar dibutuhkan. Jangan sampai ada permainan, ini yang tidak sehat,” tutupnya. (nak/pul)