Peresmian Gereja St. Martinus Kelam

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 2079

Peresmian Gereja St. Martinus Kelam
PERESMIAN - Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama Uskup Sintang, Mgr. Oton Sidin, OFM.Cap usai meresmikan gedung Gereja St. Martinus Kelam, di Kecamatan Kelam Permai, Sabtu (27/1). (Humas)

Jarot: “Hias” Gereja dengan Iman dan Takwa 


SINTANG, SP
- Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama Uskup Sintang, Mgr. Oton Sidin, OFM.Cap meresmikan gedung Gereja St. Martinus Kelam, di Kecamatan Kelam Permai, Sabtu (27/1). Bupati berharap agar umat Katolik di paroki Kelam-Dedai “menghias” gereja dengan mempertebal iman dan takwa.

“Sehingga perubahan gereja ini akan ditindaklanjuti dengan kemegahan sikap perilaku umat katolik,” kata Jarot.

Jarot menyampaikan, pemerintah berharap umat Katolik jadi lokomotif  terdepan umat beragama dalam kehidupan religius dan bermasyarakat di kabupaten ini. Selain itu, dia juga berterima kasih karena gereja ini sangat selaras harmonis dengan alam sekitarnya.

“Saya berharap gereja ini akan menjadi ikon Kabupaten Sintang. Secara khusus dalam menyongsong kegiatan festival investasi Bukit Kelam, pada bulan Agustus nanti,” katanya. 

Bupati juga menjelaskan beberapa detail kegiatan festival tersebut. Keberadaan gereja ini akan menambah landmark di Kelam. Keberadaan tersebut juga memberi kesempatan kepada seluruh masyarakat, turut menikmati keindahan alam di sekitar gereja ini. 

Bupati meresmikan gedung gereja tersebut dengan menandatangani prastasi dan membuka selubung plang nama serta melepas balon ke udara. Kemudian bersama para tamu, Jarot meninjau isi gereja, beliau sempat menyampaikan kekagumannya atas bangku gereja yang total dari kayu tebelian. 

Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap mengungkapkan bahwa rasa syukur umat hendaknya terwujud dalam setiap tindakan kebersamaan masyarakat.

“Karena kita adalah bagian dari masyarakt indonesia, apa yang kita kerjakan kita selesaikan bersama-sama. Peresmian ini menyiratkan bahwa masyarakat Indonesia ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan gedung gereja ini,” kata Mgr. Samuel. 

“Peresmian ini menjadi waktu kebersamaan dalam keberagaman kita. Kita mensyukuri apa yang Tuhan kerjakan untuk kita melalui banyak orang,” tambah Samuel. 

Ketua panitia, Ensawing mengungkapkan alasan pendirian gedung gereja yang baru. Seiring dengan pertumbuhan umat di Paroki Kelam dari tahun ke tahun, gereja yang ada tidak lagi cukup untuk menampung keberadaan umat untuk ibadah. 

“Hal itulah yang menjadi dasar pembangunan gedung gereja baru ini. Dana pembangunan ini diperoleh dari swadaya umat dan sejumlah sumbangan dari donatur,” kata Ensawing. 

Ketua pembangunan gedung gereja, Sanda mengatakan, pembangunan dimulai sejak 5 April 2015. Fisik bangunan selesai pada Januari 2016. Selanjutnya proses finishing dan pengisian fasilitas di dalam gereja. 

Pastor Paroki, Pst. Salesius, PR menjelaskan bahwa proses perencanaan gereja memerlukan waktu lebih dari 5 tahun lalu, mulai dibangun dan hingga selesai menghabiskan waktu 3 tahun. Bangku di dalam gereja seluruhnya terbuat dari kayu tebelian. 

“Pengadaan tersebut atas bantuan, Kabupaten Melawi atas ijin untuk melintas saat proses pengangkutan dari Serawai-Ambalau,” kata Pst. Sales. 

“Kayu tebelian yang digunakan juga tidak menebang kayu hidup, tetapi memotong kayu yang sudah berpuluhan tahun mati,” tambahnya. 

Turut hadir dalam acara tersebut, Anggota DPR Komisi V, Lasarus beserta Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Kebing dan Ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward beserta wakil ketua dan sejumlah anggota DPRD Sintang. 

Hadir pula Bupati Melawi, Panji dan Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa. Tampak pula Sekretaris Daerah Sintang, Yosepha Hasnah bersama dengan sejumlah jajaran OPD di Lingkungan Kabupaten Sintang. (hms/ind)

Berperan dalam Pembangunan Manusia 


Ketua Organisasi Pemuda Katolik RI, Karolin Margret Natasa menilai pembangunan manusia merupakan faktor utama yang harus mendapat perhatian khusus dari Gereja selain pembangunan fisik.

"Apa yang hari ini telah dibangun, bukan hanya pembangunan fisik, tetapi pembangunan manusianya yang paling penting," tutur Karolin.

Dia mengatakan, hal itu juga disampaikannya pada saat memberikan sambutan pada Peresmian dan Pemberkatan Gereja Santo Martinus, Paroki Kelam Dedai, Keuskupan Sintang, Sabtu malam kemarin.

Menurut Karolin, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pembinaan atau pengkaderan generasi muda Katolik dalam sebuah organisasi sebagai contoh organisasi Pemuda Katolik yang dipimpinnya.

Bupati Kabupaten Landak itu juga mengungkapkan selama berkeliling Indonesia, Pengurus Pusat Pemuda Katolik menemukan fenomena bahwa Umat Katolik kurang tertarik untuk berorganisasi. Faktanya, organisasi merupakan wadah untuk belajar mengorganisir diri dan diorganisir. Contohnya, dalam pembangunan Gereja Santo Martinus, Paroki Kelam Dedai itu.

"Tanpa kumpulan orang-orang yang diorganisir dan teroganisir tidak mungkin mampu mengumpulkan dana hingga 2 Milyar lebih untuk membangun Gereja ini," kata Karolin.

Dihadapan seluruh umat yang hadir, Bakal Calon Gubernur Kalbar 2018 itu mengucapkan selamat atas peresmian dan pemberkatan Gereja Santo Martinus, Paroki Kelam Dedai, Keuskupan Sintang.

"Saya mengucapkan selamat kepada Pastor, kepada ketua panitia dan seluruh umat yang ada di Paroki Kelam ini," kata Karolin. (ant/ind)