Sabtu, 21 September 2019


Oknum Guru Pengedar Narkoba Terancam Dipecat

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 357
Oknum Guru Pengedar Narkoba Terancam Dipecat

Ilustrasi. Net

Sudah Dibebas Tugaskan di SDN 4 Serawai


Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus
"Surat ini akan kami tindaklanjuti ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk diproses pemecatan sebagai PNS"

SINTANG, SP - Wartaya, oknum guru SDN 4 Serawai Kabupaten Sintang, yang tertangkap Polsek Serawai karena mengedarkan narkoba beberapa waktu lalu, terancam bakal dipecat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Saat ini, oknum guru tersebut sudah dibebas tugaskan dari tugasnya sebagai guru SDN 4 Serawai," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus, Kamis (1/2).

Dijelaskan Yustinus, pihaknya sudah mendapat surat laporan dari Kepala SDN 4 Serawai mengenai adanya seorang guru di sana yang tertangkap mengedarkan narkoba. 

"Surat ini akan kami tindaklanjuti ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk diproses pemecatan sebagai PNS,"  bebernya.

Dikatakannya juga, selama 2017, ada sejumlah guru yang terkena sanksi disiplin berupa penurunan pangkat karena melakukan pelecehan seksual dan perjudian. Tentu semua kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi para guru lainnya. Dari itu ia mengimbau, agar para guru tidak melakukan perbuatan tercela seperti itu.

"Guru adalah orang selalu menjadi panutan dan ditiru oleh siswa maupun masyarakat. Berikanlah suritauladan yang baik pada anak didik maupun masyarakat," imbaunya.

Yustinus pun berharap, semua guru di daerah ini tetap menjaga moralitasnya. Sebab tugas guru mendidik generasi muda sangatlah berat. "Semoga kejadian guru menjadi pengedar narkoba ini, menjadi kasus yang terakhir di Sintang," harapnya.

Sementara itu, Bupati Sintang, Jarot Winarno menyatakan komitmen mendukung pemberantasan peredaran narkoba di wilayahnya. 

"Narkoba menjadi musuh bersama yang harus terus diperangi. Kami Pemkab memberi dukungan penuh kepada BNNK dan Polres untuk pemberantasan narkoba," tegas Jarot.

Dikatakan Jarot, Pemkab juga sudah menghibahkan tanah untuk pembangunan kantor BNK Sintang yang baru. "Ini bentuk dukungan kami membantu sarana pemberantasan narkoba," katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Selasa (23/1), anggota Polsek Serawai Polres Sintang telah melakukan penggerebekan terhadap seseorang yang diduga mengedarkan narkoba jenis sabu.

Kapolsek Serawai, Iptu Suwaris mengatakan, anggotanya telah menangkap Wartaya, seorang guru SDN 04 Serawai, Dusun Tapang Birah Desa Tanjung Raya, Kecamatan Serawai, karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu. 

Saat dilakukan penggerebekan ditemukan barang bukti berupa sabu sebanyak 9 klip dalam plastik, yang dimasukkan dalam staples merk joyko. Pelaku dan barang bukti kemudian dibawa ke  Polres Sintang.

Tunggu Surat Kepsek

  
PLT Kepala Bidang Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai BKPSDM Kabupaten Sintang, Akhmad Husni mengatakan, pihaknya masih menunggu surat dari kepala SDN 4 Serawai dan Dinas Pendidikan untuk memproses oknum guru yang tertangkap mengedarkan narkoba.

"Sejak saya mendengar adanya oknum guru di Serawai tertangkap polisi karena mengederkan narkoba, saya langsung menghubungi Kepala SDN 4 Serawai. Saya juga langsung meminta Kepsek membuat surat pemberitahuan kasus tersebut untuk ditembuskan ke Disdikbud dan BKPSDM," ujarnya.

Dikatakan Husni, oknum guru ini akan segera diproses pembebasan tugas dari jabatannya, agar bisa menghadapi proses hukum. Sementara untuk pemecatan sebagai PNS akan diproses setelah ada vonis tetap dari pengadilan.

"Saat ini baru proses pembebas tugasan dari guru dengan tunjangannya sebagai guru tidak diberikan. Sedangkan gajinya sebagai PNS masih diberikan, karena oknum tersebut masih berstatus PNS," terangnya.

Husni menegaskan, kasus mengedarkan narkoba merupakan pelanggaran disiplin berat seorang PNS. Bagi PNS yang melakukan pelanggaran berat bisa diberi sanksi berat pula.

"Sangsi tersebut mulai dari penurunan pangkat setingkat lebih rendah, sampai pada pemecatan dengan tidak hormat," pungkasnya. (tra/pul)