Sabtu, 21 September 2019


Jalan Perkebunan Rusak Parah, Wakil Bupati Sintang Panggil Investor

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 549
Jalan Perkebunan Rusak Parah, Wakil Bupati Sintang Panggil Investor

RAPAT - Wakil Bupati Sintang, Askiman saat memimpin rapat dengan para investor sawit, di Balai Pegodai Selasa (20/3). Ini dilakukan untuk meminta pihak perusahaan dapat bekerjasama dalam memperbaiki jalan yang rusak tersebut. (Humas)

Wakil Bupati Sintang, Askiman  
“Kerusakan jalan di Sepauk Hulu, khususnya di area perkebunan sudah sangat parah. Kerusakan ini mengganggu distribusi barang dan mobilitas masyarakat, sehingga perlu kerja sama semua pihak untuk memelihara jalan itu”

SINTANG, SP - Jalan di areal perkebunan kelapa sawit Kecamatan Sepauk rusak parah. Pemkab Sintang pun bersikap. Wakil Bupati Sintang, Askiman langsung memanggil management enam perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Sepauk.

Turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Sudianto, Sekretaris Dinas Perkebunan dan Pertanian, Juwita, Kabid Jalan Desa Dinas Pekerjaan Umum, Suryadi.

“Kerusakan jalan di Sepauk Hulu, khususnya di area perkebunan sudah sangat parah. Kerusakan ini mengganggu distribusi barang dan mobilitas masyarakat, sehingga perlu kerja sama semua pihak untuk memelihara jalan itu,” kata Askiman pada rapat dengan para investor sawit tersebut, di Balai Pegodai Selasa (20/3). 

Dikatakan Askiman, pemeliharaan jalan ini akan dibagi menurut ruas jalan yang ada dengan perusahaan perkebunan. Pembagian ruas jalan ini perlu dibuat plang nama. Misalkan, ruas jalan di Km 38 menuju Km 63 Sungai Segak dipelihara oleh PT Citra Kalbar Sarana.

“Pembagian ruas jalan ini akan mempermudah pemeliharaan jalan oleh perusahaan perkebunan. Buat plang nama yang besar, supaya masyarakat tahu bahwa perusahaan sudah membantu pemeliharaan jalan dan tidak tumpang tindih dengan proyek pemerintah,” kata Askiman.

Dikatakan Askiman, sebelum menentukan ruas jalan, akan dilakukan survey langsung ke lapangan. “Baru kita tuangkan dalam MoU, supaya memiliki kekuatan hukum. Setelah itu bekerja sesuai pembagian ruas jalan,” pinta Askiman.

Askiman juga meminta kalau ada Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, supaya lapor ke Pemkab Sintang untuk mencocokan data. Hal ini penting supaya tidak tumpang tindih antar perusahaan dengan kegiatan pembangunan pemerintah. 

"Tidak terlalu banyak titik kerusakan jalan di Sepauk Hulu, sehingga tidak akan menghabiskan dana yang banyak. Jalan yang masih bagus hanya perlu dirapikan dan yang berlubang perlu ditimbun," terangnya.

Sementara itu, Sekda Sintang, Yosepha Hasnah mendukung pemeliharaan dengan pembagian ruas jalan itu. Menurutnya, pembagian ruas jalan ini sudah diterapkan oleh investor di Ketungau yang mencapai 126 km. Jika program ini bisa diterapkan di Sepauk, maka akan sangat efektif.

“Setiap perusahaan tahu ruas jalan yang menjadi tanggung jawabnya. Saya minta perusahaan tidak ragu dan khawatir akan tumpang tindih dengan proyek pemerintah. Ruas jalan di Sepauk Hulu ini panjang sekali, jadi bisa berbagi ruas dalam pemeliharaannya,” kata Yosepha.

Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sintang, Sudianto meminta agar dalam merealisasikan CSR, perusahaan harus berkomunikasi dengan masyarakat dan Pemkab Sintang.

“Jangan sampai tumpang tindih dengan proyek yang didanai ADD,” katanya.

Perusahan, katanya harus buat plang pengumuman yang besar. Biar masyarakat tahu dan tidak protes pada perusahaan.

"Soal perizinan, kami sudah bentuk Satgas Perizinan. Kalau ada hambatan dalam mengurus izin, lapor Satgas. Kalau serius berusaha, izin akan kita permudah,” pungkasnya.

Perusahaan Setujui Pemeliharaan


Perwakilan PT Jake Sarana, Presley Siburian menyetujui pemeliharaan dengan pembagian ruas jalan tersebut. Karena pihaknya sudah pernah melakukan pemeliharaan.

“Bahkan kami hari ini sudah mulai memperbaiki jalan di Bedayan,” katanya.

Begitu juga dengan perwakilan PT Kalimantan Sawit Plantation, Doni F Turnip mengatakan, sudah pernah memperbaiki jalan dengan cara sharing dana bersama PT Kencana Alam Permai saat memperbaiki ruas jalan dari Desa Sekubang menuju Km38. 

“Kami belum mulai tanam sawit, tapi kami sudah mulai ikut memelihara jalan di sana. Kami sudah memperbaiki jalan dari Temanang menuju Dusun Mangkak. Kami siap memperbaiki jalan yang diberikan kepercayaan pada kami,” pungkas Doni F Turnip. (hms/tra/pul)