Jarot Minta Instalasi Listrik Dijaga untuk Cegah Kebakaran

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 268

Jarot Minta Instalasi Listrik Dijaga untuk Cegah Kebakaran
TINJAU - Bupati Sintang, Jarot Winarno saat meninjau lokasi kebakaran di Jalan Adi Sucipto, Pasar Inpres Sintang, Minggu (25/3). Kebakaran yang terjadi pada, Sabtu (24/3) dini hari tersebut menghanguskan 10 pintu ruko. (SP/Tantra)
SINTANG, SP - Sebanyak 10 pintu ruko di Jalan Adi Sucipto, Pasar Inpres Sintang hangus terbakar, sekitar pukul 02.30 dini hari, Sabtu (24/3).

Bupati Sintang, Jarot Winarno, yang meninjau lokasi kebakaran tersebut, mengimbau seluruh pemilik ruko untuk mengecek dan menjaga kerapatan instalasi listrik.

“Instalasi listrik harus selalu dijaga, karena di sinilah sering terjadi korsleting listrik sehingga terjadi kebakaran,” kata Jarot, Minggu (25/4).

Pemkab Sintang dikatakan Jarot, akan membantu untuk memberikan kemudahan kepada pemilik ruko dalam mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Kita akan membantu untuk percepatan pelayanan izin IMB pada pemilik ruko yang terbakar," terangnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sintang, Martin Nandung mengatakan, kebakaran yang terjadi pada 24 Maret ini telah menghanguskan 10 ruko.

“Kami dari Damkar sudah berusaha untuk memadamkan api. Kami terus memblokir api agar tidak meluas ke ruko di sekitarnya,” terangnya.

Dikatakan Martin, selama pemadaman berlangsung, Satpol PP dan Damkar Sintang mengerahkan empat mobil tangkil dan mobil pompa.

“Kami juga dibantu oleh Busera dan Manggala Agni. Sebanyak 70 porsenil pemadam kebakaran diturunkan,” katanya. 

Martin juga mengimbau, pemilik ruko untuk memperhatikan instalasi listrik di rukonya masing-masing. “Siapkan juga alat pemadam api ringan disetiap ruko. Karena itu merupakan langkah antisipasi awal menanggulangi kebakaran sebelum petugas datang ke lokasi kebakaran,” pungkasnya.

Adapun sepuluh  bangunan yang terbakar tersebut yaitu, Inter Media 2 ruko, Mega Jaya 1 ruko, Gloria Sepatu satu ruko, Anugrah dan Glend foto tiga ruko, Toko Sari dua ruko, Surya Ponsel satu ruko. Hanya ruko yang ke sebelas yaitu coffe delounge  yang masih berdiri dan tidak terbakar karena bangunan ini baru dibangun dengan kontruksi beton. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini. Namun kerugian ditaksir miliaran rupiah. (tra/pul)