Senin, 23 September 2019


Cornelis: Jual Isu Pemekaran di Pilgub, Cetek Pengalaman

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 716
Cornelis: Jual Isu Pemekaran di Pilgub, Cetek Pengalaman

Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Cornelis. (ist)

SINTANG, SP - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kalbar optimis paslon Karolin-Gidot dalam Pilgub Kalbar 2018 akan mendapatkan suara yang signifikan di Kabupaten Sintang, meski daerah ini bukan wilayah basis.

"Sintang ini adalah basis lawan, tapi saya yakin, dengan kebersamaan dan kekompakan tim dan relawan yang ada, kita bisa memenangkan Pilkada Kalbar 2018 ini," kata Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Cornelis, di Sintang, Selasa (27/3).

Hadir di Sintang, mantan Gubernur Kalbar dua periode ini melakukan penguatan pada tim kampanye dan relawan Karolin-Gidot untuk memaksimalkan mesin politik pada Pilkada Kalbar 2018.

Ia mengatakan, selama menjadi gubernur, Sintang telah berkontribusi besar dalam dukungan pada dirinya. Untuk itu, Cornelis berharap suara itu tetap diarahkan untuk dukungan kepada pasangan Karolin-Gidot pada Pilgub Kalbar 2018 ini.

"Selain itu, saat mencalonkan diri menjadi anggota DPR, suara Karolin di Sintang ini juga cukup besar, sehingga kita harap dukungan itu juga bisa diberikan kembali masyarakat Sintang untuk Karolin," kata dia.

Di Sintang, isu pemekaran wilayah yang dikembangkan oleh calon lain cukup kencang dilontarkan kepada masyarakat untuk meraih dukungan. Namun, dia menegaskan bahwa masyarakat harus mengetahui untuk memekarkan suatu wilayah masih harus menunggu selesainya proses moratorium pemekaran wilayah dari pemerintah pusat.

Menurutnya, jika ada yang mengangkat isu Pilkada Kalbar dengan pemekaran provinsi, artinya tokoh tersebut masih minim pengalaman dalam pemerintahan.

"Kalau masih saja menggoreng isu tentang pemekaran provinsi, berarti masih cetek pengalamannya. Ada baiknya belajar dulu yang banyak, baru mencalonkan diri sebagai gubernur," tegas Cornelis.

Pada kesempatan itu, Cornelis yang juga sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan Karolin-Gidot, menegaskan kepada semua tim dan relawan yang ada agar bisa meredam isu yang berkembang dan memberikan penjelasan yang mendidik kepada masyarakat Sintang.

Di tempat yang sama, cagub Kalbar Karolin Margret Natasa mengatakan visi dan misi yang disusun olehnya sudah disesuaikan dengan tugas dan kewenangan Pemerintah Provinsi.

"Prioritas pembangunan tetap bagaimana membangun infrastruktur dan membuka akses keterisolasian masyarakat pedalaman. Lalu, pelayanan publik yang baik dan pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik itu termasuk pendidikan dan kesehatan," katanya.

Ia menambahkan apa yang disampaikan harus realistis. Terkait isu pemekaran Provinsi Kapuas Raya, Karolin menyerahkan penilaian kepada masyarakat.

"Dalam 10 tahun ini, Pemprov Kalbar tidak pernah anti terhadap pemekaran. Hanya saja, kewenangan itu kan bukan di tangan kita. Kita tidak bisa menjanjikan sesuatu yang bukan berada di tangan kita, itu tidak realistis kalau kewenangan bukan di tangan kita," pungkasnya. (umr)