Senin, 23 September 2019


Jarot Ajak Warga Cegah Pemanasan Global

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 484
Jarot Ajak Warga Cegah Pemanasan Global

TANAM POHON – Bupati Sintang, Jarot Ninarno melakukan penanaman pohon saat peringatan Hari Bumi di Sintang. Jarot mengajak warga Sintang untuk turut menjaga kelestarian bumi. (Humas)

SINTANG, SP - Peringatan hari bumi, harus menjadi pengingat semua pihak tentang pemanasan global. Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan hal ini saat memperingati hari bumi, kemarin.

Dikatakan Jarot, pemanasan global ini terjadi akibat dari efek gas rumah kaca, yang berasal dari pembakaran fosil-fosil seperti batu bara, lahan gambut yang diolah untuk menanam sawit, pembakaran hutan dan ladang, yang mengeluarkan CO2. 

“Knalpot kendaraan juga mengeluarkan CO2, No dan NO2. Jadi Sintang ini sudah pasti terancam dengan gas rumah kaca. Karena pertambahaan kendaraan mobil dan motor yang 300 unit tiap bulannya,” katanya.

Dipaparkan Jarot, pertumbuhan kendaraan mobil dan motor yang 300 unit setiap bulannya itu, sudah pasti akan menambah emisi gas rumah kaca.

“Keniscayaan ini yang tidak bisa kita hindari,” jelas Jarot.

Masih kata Jarot, meskipun presentasi kawasan hijau di Sintang cukup tinggi, seperti di daerah tepian Sungai Tebek yang masih hijau, hutan wisata baning yang luasnya 213 hektar. Tapi itu semua belum cukup untuk menyejukkan Kota Sintang.

“Sehingga ruang terbuka hijau, apa lagi ruang terbuka hijau ramah anak, itu harus banyak kita ciptakan. Kita buat Taman Entuyut, meski belum jadi tamannya,” katanya. 

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, upaya yang harus terus dilakukan untuk mencegah pemanasan global, yakni mewujudkan gang-gang hijau di Kota Sintang. Seperti menanam pohon, menanam sayur-sayuran di pekarangan rumah. 

“Di setiap  gang-gang, harus menjadi hijau,” katanya. 

Dalam peringatan hari bumi ini, Jarot melaunching Gang Gamajaya RT 13 Desa Baning menjadi gang hijau. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan gang hijau, ada pelatihan pembuatan bank sampah dan bercocok tanam. 

“Saya pikir masyarakat Gang Gamajaya patut berbangga karena inilah satu-satunya di Sintang, yang menjadi contoh gang lain. Gang ini akan kita jadikan desa proklim yakni desa yang pro dengan iklim, dengan lingkungan,” kata Jarot. 

Sementara CEO CU Keling Kumang, Valentinus mengatakan Keling Kumang Grup dan solidaridad sangat mendukung peringatan dan penjagaan lingkungan. Salah satu contohnya dengan dilaksanakannya gang hijau. Di gang ini dilakukan penanaman pohon, pembagian bibit pohon, pembagian tong sampah dan lainnya.

“Kami sangat mendukung kegiatan gang hijau ini dengan adanya penanaman bibit ini. Kami harapkan nanti bibit-bibit ini jangan sampai tidak di   tanam, dirawat agar bisa menghasilkan produk, menghasilkan uang. Sehingga bisa menambah pendapatan dan income keluarga,” kata Valentinus. (SP)