Jarot Puji Kreativitas Pemuda Sintang, Jangan Cepat Puas dengan Karya yang Dibuat

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 343

Jarot Puji Kreativitas Pemuda Sintang, Jangan Cepat Puas dengan Karya yang Dibuat
FESTIVAL FILM – Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka Festival Film Kalimantan Barat yang dilaksanakan Komunitas Film Sintang (KOFSI). Jarot memuji kreativitas sineas muda Sintang yang dinilainya saudah sangat baik menciptakan hasil karya. (Humas)
Bupati Sintang, Jarot Winarno
"Kreativitas tidak bisa dibeli, inilah kreativitas anak muda di Sintang. Kalau masalah kreativitas, buat mereka yang penting diberi ruang untuk mengembangkan dirinya. Jadi saya turut berbahagia"

SINTANG, SP - Bupati Sintang, Jarot Winarno memuji pemuda Sintang yang ia nilai penuh dengan kreativitas. Pujian disampaikan Jarot saat menghadiri malam penganugerahan dan nonton bareng Festival Film Kalimantan Barat yang dilaksanakan Komunitas Film Sintang (KOFSI) di Indoor Apang Semangai Sintang, kemarin.

Jarot mengatakan, kegiatan yang dilakukan menunjukan bahwa kelangan pemuda di Sintang memiliki kreativitas yang luar biasa dan tidak kalah dengan pemuda di luar Kalbar.

“Kreativitas tidak bisa dibeli, inilah kreativitas anak muda di Sintang. Kalau masalah kreativitas, buat mereka yang penting diberi ruang untuk mengembangkan dirinya. Jadi saya turut berbahagia,” kata Jarot.

Menurut Jarot, enam film nominasi dalam Festival Film Kalimantan Barat, dan satu film karya KOFSI berjudul Utusan yang ditayangkan dalam acara tersebut, sudah cukup bagus. Karena memberikan hiburan dan pesan bagi masyarakat yang menonton. Meskipun demikian, lanjut Jarot, ke depan harus lebih ditingkatkan lagi kreativasnya dalam even- even selanjutnya. 

“Saya lihat enam film tadi semuanya sudah ingin mengekspresikan sesuatu yang ingin disampaikan pada masyarakat. Tapi saya sadari, mungkin ada kendala sarana prasarana peralatan, mungkin sedikit kendala keterampilan, mungkin juga kerja seni ini kan tidak ada batasnya. Jadi sudah bagus, tapi masih bisa lebih bagus lagi,” ungkap Jarot.

Jarot berpesan, para peserta nominasi maupun panitia kegiatan jangan cepat puas terhadap karya yang sudah dibuat. Karena festival ini merupakan permulaan dalam bidang perfilman di Sintang maupun di Kalbar secara umum.

“Pemerintah akan tetap memberikan dukungan bagi para sineas-sineas muda kita, untuk terus berkarya membuat film-film yang baik,” tambah Jarot. 

Ketua panitia kegiatan Festival Film Kalimantan Barat, Wahyu Kewek mengatakan, jumlah film yang turut serta dalam Festival Film Kalimantan Barat ini sebanyak 35 film. Namun setelah dilakukan penjaringan terpilih 15 film.

“Ada enam film yang masuk nominasi setelah dilakukan penjurian, dan langsung diberikan penganugerahaan," katanya.

Selain pemutaran perdana dan penganugerahan enam nominasi film tersebut, Kewek menjelaskan, bahwa ia dan rekan-rekan yang tergabung dalam Komunitas Film Sintang juga membuat satu film pendek yang berjudul “Utusan” yang juga ditayangkan dalam acara tersebut.

“Film Utusan kita buat sebagai hadiah atau kado kita untuk ulang tahun ke-656 Kota Sintang," kata Kewek.

Ia berharap dengan adanya festival film Kalimantan Barat ini, bisa menjadi wadah berekpresi yang tepat bagi para pecinta seni film. Khususnya di Kalimantan Barat, sehingga nantinya akan melahirkan sineas-sineas muda daerah yang bisa bersaing secara ide, baik tingkat nasional maupun internasional.

“Alhamdulillah ini adalah ajang pertama festival film yang diadakan di Kalimantan Barat,” ungkap Kewek. (tra/jee)