Jarot Ajak Warga Ingat Peristiwa Mandor, Momentum Teladani Sikap Kepahlawanan

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 179

Jarot Ajak Warga Ingat Peristiwa Mandor, Momentum Teladani Sikap Kepahlawanan
SITUS BERSEJARAH - Makam Juang Mandor menjadi salah satu situs bersejarah di Kalbar di Kabupaten Landak. Makam ini dulunya merupakan lokasi pembantaian masyarakat Kalbar yang dilakukan tentara Jepang. (Net)
Bupati Sintang, Jarot Winarno
"Peristiwa Mandor adalah warisan masa lalu yang harus diingat, dipelajari dan terus diinterpretasi untuk melangkah ke depan"

SINTANG, SP - Peringatan Hari Berkabung Daerah (HBD), setiap 28 Juni harus menjadi momentum masyarakat Kalbar, untuk selalu meneladani sikap kepahlawanan para pejuang daerah ini. 

“Peristiwa Mandor adalah warisan masa lalu yang harus diingat, dipelajari dan terus diinterpretasi untuk melangkah ke depan,” kata Bupati Sintang, Jarot Winarno, Kamis (28/6).

Menurut Jarot, peristiwa pahit yang terjadi di Mandor pada zaman penjajahan Jepang, harus dapat diambil hikmahnya. “Peristiwa Mandor harus dapat menggugah semua masyarakat untuk bersama membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di Kalbar,” kata Jarot.

Dikatakan Jarot, Kalbar kehilangan satu generasi emas yang pernah dimiliki, akan tetapi ada hikmah di balik musibah tersebut. Terutama jika warga Kalbar cerdas melihat sejarah kelam tersebut.

Semangat berkabung yang dirasakan harus jadi inspirasi, dan modal pengambilan langkah-langkah strategis untuk kejar ketertinggalan Kalbar, pada segala aspek kehidupan.

“Pesan utama peristiwa Mandor saat ini adalah, bagaimana kita menjalankan tanggung jawab konsisten untuk menciptakan generasi emas yang berkarakter, semakin cerdas, sehat, maju, religius dan sejahtera di Kalbar,” kata dia.  

Di tahun 2035, fenomena bonus demografi akan terjadi di Indonesia. Kalbar harus bangkit melalui persiapan SDM berkualitas, dan menciptakan kaum cerdik pandai di semua lini kehidupan.

“Dengan investasi besar itu, kita semua berharap Kalbar kian produktif, berdaya saing tinggi dan maju di masa mendatang,” katanya. 

Wakil Bupati Sintang, Askiman mengajak masyarakat mengambil pelajaran sejarah yang berharga dari kejadian Mandor. Caranya dengan selalu mengingat, mempelajari dan membangun dialog untuk kemudian berbuat sesuatu. “Yang berguna bagi kemajuan Kalbar di dalam keberagaman,” ajaknya.

Momentum Pererat Persatuan 

Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jefray Edward mengatakan, melalui momentum peristiwa Mandor, diharap dapat mempererat persatuan dan kesatuan membangun Kabupaten Sintang.

“Peristiwa Mandor harus diteladani. Pejuang terdahulu bersatu padu melawan penjajahan Jepang. Saat ini, kita harus bersatu padu membangun Kalbar,” ajaknya. 

Dikatakan dia, sebagai anak bangsa, masyarakat Kalbar harus selalu ingat akan jasa-jasa mereka. “Tentunya kita harus terus memperingati peristiwa ini, jangan sampai peristiwa itu terjadi lagi,” katanya.

Akan tetapi dengan peristiwa tersebut, bukan berarti menimbulkan dendam, melainkan sebagai bukti bahwa masyarakat Kalbar ikut berjuang merebut kemerdekaan.

“Kita harus bangga punya pahlawan yang telah gugur melalui jasa-jasa  mereka untuk bangsa ini,” katanya. (tra/jee)