Senin, 23 September 2019


MIS Al Fajri Gratiskan Biaya Pendidikan Siswa

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 474
MIS Al Fajri Gratiskan Biaya Pendidikan Siswa

Kepala MIS Al Fajri, M. Taupan. (SP/Endang Kusmiyati)

SINTANG, SP - Madrasah Ibtidaiyah Al Fajri mempraktekan pendidikan gratis bagi siswa-siswinya. Tidak hanya sekadar biaya pendaftaran atau kebutuhan untuk operasional lembaga pendidikan setingkat sekolah dasar (SD) yang baru berusia 7 tahun pada 12 Juli lalu ini, juga memberikan seragam gratis kepada murid barunya. 

“Semua biaya kegiatan dan operasional belajar mengajar dibiayai umat. Termasuk gaji guru. Kami tidak memungut se rupiah pun dari orang tua murid untuk biaya sekolah di sini,” ungkap M. Taupan, Kepala MIS Al Fajri di ruang perpustakaan sekolah, Rabu (18/7) pagi.

Untuk keperluan operasional proses belajar mengajar, pengurus Masjid Al Fajri bersepakat menggunakan dana infaq yang dihimpun dari jamaah Sholat Jumat yang dalam seminggu terkumpul mencapai Rp2-3 juta.

“Alhamdulilah mesikpun dana infaq Jumat digunakan untuk pengelolaan sekolah, namun jumlah penyumbang semakin banyak. Bahkan kami telah membangun Masjid yang ukurannya lebih besar,” katanya. 

Hingga saat ini, jumlah murid di MIS Al Fajri telah mencapai 220 siswa, yang terdiri dari kelas 1-6. Sekolah ini juga telah meluluskan angkatan pertama dan semuanya diterima di SMP Negeri di Sintang. Bahkan tahun ajaran baru ini, pihaknya terpaksa tidak menerima 20 anak yang mendaftar.

“Karena memang sudah tidak ada ruangan. Bahkan kelas 1 saja kita terpaksa buat 2 kelas dengan jumlah murid 33 anak,” jelas M. Taupan. 

Hal ini menurut M.Taupan berbeda dengan kondisi 7 tahun lalu, saat pertama MIS Al Fajri dibuka. Untuk mendapatkan 13 murid saja, pihaknya harus mencari dan mengumumkan ke jamaah Sholat Jumat agar anak-anak mereka sekolah di MIS Al Fajri. 

Di usianya yang ke 7 tahun, berdasarkan sistem penilaian Sistem Informasi Penilaian Akreditasi Berbasis Web (Sespena), MIS Al Fajri telah mendapatkan nilai 92 poin. Artinya sekolah ini sudah layak untuk mengikuti akreditasi sekolah.
 
Yuli, orang tua dari murid mengaku menyekolahkan anaknya di MIS Al Fajri dengan pertimbangan keutamaan pendidikan agama dan biaya. Ibu tiga anak ini sanggup berkendara belasan kilometer dari daerah ke Kelam untuk mengantarkan 3 buah hatinya.

“Masalah biaya jadi persoalan juga. Karena ada 3 anak yang harus disekolahkan, maka kami memilih sekolah ini. Pihak sekolah memberikan seragam batik dan olahraga ke siswa dengan cuma-cuma. Kami orangtua tinggal berpikir seragam putih merah dan pramuka serta alat tulis menulis saja,” jelasnya. (end/jee)