Sabtu, 21 September 2019


Jarot Lepas Keberangkatan 141 Jemaah Haji, Tergabung di Kloter 15 Embarkasi Batam

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 323
Jarot Lepas Keberangkatan 141 Jemaah Haji, Tergabung di Kloter 15 Embarkasi Batam

PELEPASAN – Bupati Sintang, Jarot Winarno menyalami jemaah haji Sintang yang akan berangkat ke Tanah Suci Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Jemaah haji Sintang tergabung di kloter 15 bersama jemaah dari Pontianak dan Singkawang. (Humas)

Bupati Sintang, Jarot Winarno
"Kondisi ini mengindikasikan bahwa kondisi kesejahteraan ekonomi masyarakat Sintang juga meningkat"

SINTANG, SP – Bupati Sintang, Jarot Winarno melepas keberangkatan ratusan jemaah haji asal Sintang ke Tanah Suci. Acara pelepasan digelar di Halaman Kantor Bupati Sintang, Selasa (31/7).

Kepada para jemaah, Jarot mengatakan, melaksanakan ibadah haji sebagai rukun Islam ke lima bagi umat muslim sangat penting bagi mereka yang mampu. Selain itu, berhaji juga merupakan upaya mewujudkan masyarakat Sintang yang religius.

“Karenannya pemerintah daerah berkepentingan menyukseskan pelaksanaan ibadah haji,” kata Jarot.

Jemaah haji Sintang tahun 2018 mencapai 141 jemaah. Jumlah ini bertambah 20 jamaah jika dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Jarot, peningkatan ini berkolerasi dengan kondisi perekonomian masyarakat Sintang yang meningkat.

“Kondisi ini mengindikasikan bahwa kondisi kesejahteraan ekonomi masyarakat Sintang juga meningkat,” yakin Jarot.

Kepada jemaah haji, Jarot berpesan agar mereka menjaga kesehatan dengan baik, mulai dari persiapan keberangkatan hingga akhir proses ibadah. Mengingat cuaca di Arab Saudi yang sangat panas, jemaah pun diingatkan untuk memperbanyak mengkonsumi air putih dan mekanan bergizi.

Selain itu, Jarot juga meminta para jemaah menjaga kekompakan selama menunaikan ibadah haji. Hindari perselisihan antar sesama jemaah agar ibadah berjalan lancar.

“Jaga juga komunikasi yang baik antar sesama jamaah dan petugas haji,” pesan Jarot.

Ketua rombongan jamaah haji Sintang, Mislan memaparkan, jemaah haji Sintang, terdiri dari 64 orang pria dan 77 orang wanita. Sementara untuk jemaah haji tertua benama Suroto yang berusia 80 tahun dari Kecamatan Binjai Hulu. 

“Sedangkan jemaah haji termuda bernama Siti Mauludiah umur 19 tahun dari Kecamatan Dedai,” kata Mislan.

Jemaah Haji Sintang tergabung pada kloter 15 embarkasi Batam bersama jemaah dari Pontianak dan Singkawang. Selama 43 hari di Tanah Suci, mereka tinggal di Hotel Sektor 3 atau Maktab 12 di wilayah Raudhoh. Jarak dari Maktab ke Masjidil Haram kurang lebih 3 kilometer. Pemerintah telah menyiapkan bus antar jemput yang beroperasi 24 jam.

“Jamaah haji Sintang akan berangkat ke Pontianak 1 agustus 2018 dari Bandara Tebelian menuju Bandara Supadio Pontianak. Mereka diperkirakan kembali 13 September 2018," pungkas Mislan. (hms/jee)

Kemenag Keluarkan 3 Imbauan untuk Jemaah Haji

Kemenag mengevaluasi pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji yang mulai berjalan sejak 17 Juli 2018. Ada tiga catatan penting yang perlu dilakukan jemaah.

Imbauan itu disampaikan Direktur Bina Haji Kemenag, Khoirizi H Dasir dalam surat edaran bernomor B 3-004/FT.II.I/1/Hj.01/07/2018, yang disampaikan 26 Juli 2018.

Ada tiga hal yang mendasari dikeluarkannya imbauan ini, yakni evaluasi penyambutan kedatangan jemaah haji di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, oleh pemerintah Indonesia, inovasi program penyelesaian dokumen jemaah haji Indonesia semenjak di Tanah Air, dan evaluasi yang dilakukan pemerintah Arab Saudi.

Khoirizi dalam surat tersebut menyatakan proses perekaman biometrik dan sidik jari bagi jemaah haji pada 2018 dilakukan di embarkasi sehingga proses kedatangan jemaah di bandara Madinah lebih cepat daripada tahun sebelumnya.

"Oleh karena itu, diimbau kepada seluruh jemaah haji yang akan berangkat pada gelombang kedua untuk melaksanakan mandi sunah dan memakai kain ihram sejak dari embarkasi," ujar Khorizi.

Imbauan yang kedua ini cukup krusial. Dilaporkan sebelumnya, tak sedikit jemaah haji gelombang kedua yang belum mengenakan kain ihram dari Tanah Air. Akibatnya, mereka harus berganti ihram di bandara dan ini menimbulkan keterlambatan pergerakan ke pemondokan.

Di imbauannya yang kedua, Khoirizi mengingatkan cuaca di Arab Saudi berkisar pada suhu 42-50 derajat celsius. Jemaah haji diminta mewaspadai suhu ini.

"Maka, untuk menjaga kekhusyukan beribadah, disarankan kepada jemaah haji agar mengurangi aktivitas di luar hotel/pemondokan dan sering minum air putih serta menghindari tempat keramaian," kata Khoirizi.

Ketiga, jemaah haji diminta senantiasa berhati-hati dalam membawa barang-barang berharga, termasuk paspor, selama di Arab Saudi maupun saat kembali ke Tanah Air. (dtk/jee)