Jarot Apresiasi Perusahaan Sawit Ikut Protokol RSPO, Cara Tepat Hindari Konflik di Masyarakat

Sintang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 238

Jarot Apresiasi Perusahaan Sawit Ikut Protokol RSPO, Cara Tepat Hindari Konflik di Masyarakat
EKSPOSE – Bupati Sintang, Jarot Winarno saat ekspose pengelolaan usaha perkebunan berbasis lahan berkelanjutan PT MNS. Jarot memberikan apresiasi atas penerapan Rountable Sustainable Palm Oli atau RSPO yang diterapkan oleh perusahaan. (SP/Endang)
Bupati Sintang, Jarot Winarno
"MNS ini adalah group perusahaan sawit pertama di wilayah Sintang yang mengikuti ketentuan protokol Rountable Sustainable Palm Oli atau RSPO"

SINTANG, SP - Bupati Sintang, Jarot Winarno memberikan apresiasi kepada PT Mitra Nusa Sarana (MNS) atas ekspose pengelolaan usaha perkebunan berbasis lahan berkelanjutan. Ekspose dilaksanakan di Aula Dinas Lingkungan Hidup, Rabu (8/8) sore.

“MNS ini adalah group perusahaan sawit pertama di wilayah Sintang yang mengikuti ketentuan protokol Rountable Sustainable Palm Oli atau RSPO.

Protokol RSPO sangat ketat, karena meskipun telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah, perusahaan juga harus mendapatkan izin dari masyarakat.

Jarot pun meminta apa yang telah dilakukan oleh PT MNS didukung dan dicontoh oleh perkebunan sawit lain yang beroperasional di Sintang.

Lebih lanjut, Jarot mengatakan, untuk mendapatkan izin masyarakat, PT MNS telah mengumpulkan masyarakat, kemudian melakukan pemetaan wilayah secara partisipatif untuk menghasilkan area tanam yang tepat. Cara ini juga dapat menekan konflik batas wilayah antar desa.

“Perusahaan juga menghitung daerah dengan nilai konservasi tinggi yang memang tidak boleh dibuka menjadi kebun atau peruntukan lain. Daerah konservasi ini harus dijaga bersama oleh perusahaan, masyarakat dan pemerintah. Termasuk daerah dengan stok karbon yang tinggi, juga tidak boleh diganggu,” jelasnya.

PT MNS adalah group perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di beberapa kabupaten di Kalbar, salah satunya di Sintang. Perusahaan ini mendapatkan izin operasional di wilayah Kecamatan Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu yang meliputi sembilan desa.

PT MNS merupakan satu dari dua perusahaan kelapa sawit di Sintang yang menjadi anggota RSPO. Perusahaan ini juga telah melaksanakan assesment tentang high conservation values (HCV) dan high carbon stock (HCS)

“Terbitnya Pergub Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Usaha Berbasis Lahan Berkelanjutan seperti menjadi tambahan kekuatan bagi kami untuk melakukan dan memenuhi ketentuan yang diatur dalam protokoler RSPO,” ungkap pimpinan PT MNS, Tibyan.

Dokumen Studi Nilai Konservasi Masuk Tahap Review

PT MNS merupakan perusahaan kelapa sawit yang melakukan take over kebun dari PT MJM. Perusahaan ini mendapatkan izin operasional dari Pemkab Sintang pada lahan seluas kurang lebih 18.027 hektare.

Dari luasan tersebut, setelah dilakukan penelitian dengan mengacu pada protokol RSPO. Perlu diketahui bahwa yang termasuk lahan dengan nilai konservasi tinggi mencapai kurang lebih 3696 hekatre.

Sehingga tersisa kurang lebih 15 ribu hektare yang bisa ditanami. Namun pihak perusahaan juga harus melakukan negosiasi kembali dengan masyarakat, untuk bisa mendapatkan lahan yang benar-benar bisa ditanami kelapa sawit. 

Ekspose pengelolaan usaha perkebunan kelapa sawit berkelanjutan ini diikuti berbagai kalangan. Baik dari petani maupun asosiasi petani kelapa sawit, beberapa Non Government Organisation (NGO) yang konsen pada masalah lingkungan, serta unsur pemerintahan. Dalam dialog, sejumlah pertanyaan disampaikan oleh peserta diskusi. 

“Masukan dan pertanyaan dari peserta diskusi hari ini sangat baik. Yang jelas dokumen tentang studi nilai konservasi pada perusahaan telah kami lakukan, dan saat ini memasuki tahap review,” kata Alex perwakilan dari ATA MARIE yang merupakan konsultan pelaksana HCS PT MNS.

Alex mengakui pertemuan yang dilakukan dan dihadiri berbagai kalangan ini sangat memberikan manfaat positif untuk kemudian dilanjutkan melakukan perbaikan ke depannya.

“Tentu pertemuan hari ini memberikan manfaat dan masukan yang baik bagi kami untuk melakukan perbaikan,” pungkas Alex. (end/jee)