Kamis, 19 September 2019


Dinkes Komitmen Beri Layanan Kesehatan, Beri Layanan di Desa Terujung Sintang

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 217
Dinkes Komitmen Beri Layanan Kesehatan, Beri Layanan di Desa Terujung Sintang

LAYANAN KESEHATAN – Petugas memberi layanan kesehatan kepada masyarakat. Di Sintang, Dinas Kesehatan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat di desa terpencil. Upaya ini merupakan komitmen Pemkab Sintang memberikan layanan kesehatan menyeluruh kep

Kadis Kesehatan Sintang, Harysinto Linoh
"Kepala Jungai dan Jengkarang merupakan desa pedalaman Sintang yang letaknya tepat di ujung Sungai Melawi"

SINTANG, SP – Dinas Kesehatan Sintang mendatangi desa di Sintang dalam upaya memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen Pemkab Sintang memberikan layanan kesehatan menyeluruh kepada masyarakat.

Seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu, tim kesehatan dari Dinkes Sintang yang dipimpin Kepala Dinas Kesehatan, Harysinto Linoh mendatangi Desa Kepala Jungai dan Desa Jengkarang, Kecamatan Ambalau.

Kedatangan tim kesehatan di sana untuk menyalurkan imunisasi Measles and Rubella (MR) dan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat.

Sebagaimana diketahui, Desa Kepala Jungai dan Desa Jengkarang merupakan desa terujung dari aliran Sungai Melawi. Butuh waktu yang cukup panjang untuk sampai ke lokasi.

Selain menggunakan transportasi darat, untuk mencapai desa tujuan, tim kesehatan juga menggunakan transportasi air dan harus melewati riam batu di aliran Sungai Melawi dan berjalan kaki mendaki bukit selama kurang lebih satu jam.

“Kepala Jungai dan Jengkarang merupakan desa pedalaman Sintang yang letaknya tepat di ujung Sungai Melawi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Harysinto Linoh, Sabtu (1/09).

Di desa tujuan, tim kesehatan memberikan pelayanan kepada 180 pasien. Terdiri dari Desa Kepala Jungkang 110 dan Desa Jengkarang 70. Dari hasil pemeriksaan tim, kebanyakan pasien menderita penyakit gastritis dan penyakit otot. Kedua penyakit itu disebabkan pola makan yang kurang teratur.

“Sudah kita berikan obatnya. Tentu itu sebagai langkah pencegahan dini, kita juga minta masyarakat mengatur pola makannya dan pilih makanan yang sehat untuk dikonsumsi,” jelasnya

Sementara untuk imunisasi MR, dikatakan Sinto, tim menargetkan anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Sementara, di Sintang sendiri imunisasi MR baru mencapai 57 persen. Meski demikian, Dunkes Sintang optimis bisa mencapai 100 persen.

“Untuk wilayah pedalaman Sintang, kita lakukan upaya jemput bola seperti di Desa Kepala Jungai dan Desa Jengkarang,” ujarnya.

Sinto menjelaskan, rencana dalam waktu dekat, timnya akan kembali turun ke Kecamatan Ambalau. Kali ini tim akan memberikan pelayanan kesehatan masyarakat dan imunisasi MR di Desa Deme.

“Ini bentuk komitmen kita untuk melayani seluruh masyarakat secara merata, meskipun kita akan sampai ke ujung tempat tersulit sekalipun,” tutupnya.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, Pemkab Sintang mendukung program imunisasi MR yang digalakkan oleh pemerintah pusat mengingat besarnya manfaat dari imunisasi tersebut.

"Penyakit campak memang kecil, namun jika dibiarkan dampaknya bisa menginfeksi paru-paru, mata bahkan bisa berpengaruh ke otak,” kata Jarot.

Jarot juga mengatakan, Rubella yang lebih ringan dari penyakit Campak juga dapat berakibat kecacatan seperti kebutaan. Bahkan, jika Ibu hamil yang terkena Rubella, maka akan berbahaya bagi bayi yang dikandungnya, karena bisa menyebabkan keguguran bahkan lahir cacat.

“Campak dan Rubella tak ada obatnya namun bisa dicegah dengan upaya vaksinasi. Untuk itu anak-anak agar dapat ikut serta divaksin sebagai salah satu upaya menyehatkan generasi muda," pungkasnya.

Terkendala Anggaran

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sintang, Honoratus Guntur mengapresiasi kinerja Dinkes Sintang yang memiliki komitmen memeratakan kesehatan hingga ke daerah pedalaman. Menurutnya program yang telah dijalankan Dinkes tersebut sudah sangat baik.

"Tentu kami dari komisi yang memang menangani masalah kesehatan dan pendidikan, melihat kinerja Dinkes sudah lumayan baik. Kita harapkan tentu lebih ditingkatkan lagi," ujarnya, Minggu (2/9).

Ia mengatakan memang dua desa yang dikunjungi Dinkes yang juga merupakan daerah pemilihannya sangat jauh. Selain itu, ia juga menjelaskan banyak desa-desa pemekaran di pedalaman yang diharap desa tersebut memiliki petugas kesehatan.

"Minimal satu desa satu petugas. Sebenarnya ini sudah terwujud, tapi belum sepenuhnya merata. Tapi kita juga mengerti akan hal itu, karena semuanya terkendala anggaran yang terbatas," pungkasnya. (pul/jee)