Bursa Inovasi Desa Kabupaten Sintang

Sintang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 251

Bursa Inovasi Desa Kabupaten Sintang
Sintang, SP - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintaha Desa Kabupaten Sintang, menggelar Bursa Inovasi Desa Kabupaten Sintang tahun 2018, di Halaman Indor Apang Semangai Stadion Baning Sintang, Rabu (3/10).   Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mendongkrak program-program pembangunan di pedesaan yang bernilai inovatif.  

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, sejumlah capaian berhasil ditorehkan sejumlah desa di Sintang. Di Desa Kemantan, Kecamatan Sepauk misalnya membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTMH) menggunakan dana APBD tahun 2018.   

Ada pula Desa Tahai Permai, Kecamatan Serawai yang memiliki potensi wisata karena terdapat air terjun 7 tingkat. “Termasuk di Desa Baras Nabun dan Desa Ratu Damai, Kecamatan Kayan Hilir sedang dibangun jembatan gantung rangka baja program pemerintah pusat,” ujar Jarot.  

Di samping pembangunan fisik, Jarot juga menilai desa perlu mengarahkan kewenangannya untuk menghasilkan program-program pemberdayaan masyarakat. Di Sintang terjadi persoalan-persoalan mendasar, seperti kemiskinan, dan sanitasi air bersih.  

“Contoh ringan, desa dapat mengambil tema pembangunan di Sintang. Misalnya soal pemberantasan kemiskinan. Mereka (desa) saat menyusun APBDes, buatlah program-program yang bertujuan untuk menurunkan kemiskinan,” kata Jarot.  

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Herkulanus Roni mengatakan, Bursa Inovasi Desa merupakan program pusat yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Desa 83/2017.  

Pendanaan pembangunan desa antara lain dari International Bank For Reconstruction and Development (World Bank) atau Bank Dunia. “Seperti  meningkatkan kualitas penggunaan Dana Desa melalui kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang inovatif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Herkulanus Roni.  

Kepala Seksi Pengembangan Ekonomi Provinsi Kalimantan Barat, Agus Suryono menyebut, Sintang merupakan kabupaten ke 4 di Kalimantan Barat yang melaksanakan Program Bursa Inovasi Desa, setelah Kabupaten Sekadau, Sambas, dan Kubu Raya.  

"Saya harap dari kegiatan ini, desa semakin berdaya melalui inovasi-inovasi yang dihasilkan," pungkasnya. (Pul)