Rabu, 18 September 2019


Aparat dan Warga Perbaiki Jembatan Rusak, Lelah Menunggu Bantuan Pemerintah Daerah

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 143
Aparat dan Warga Perbaiki Jembatan Rusak, Lelah Menunggu Bantuan Pemerintah Daerah

PERBAIKI - Anggota Polri, TNI, dan warga Desa Tanjung Ria, Kecamatan Sepauk bekerja sama memperbaiki jembatan Sungai Tempurou yang rusak berat beberapa waktu lalu. (lensakalbar.com)

SP - Anggota Polri, TNI, dan warga Desa Tanjung Ria, Kecamatan Sepauk bekerja sama memperbaiki jembatan Sungai Tempurou yang rusak berat. 

Pekan lalu, sebuah truk bermuatan kulat amblas di jembatan yang berpondasi kayu itu. Maka, perbaikan jembatan dinilai perlu dilakukan. 

“Jembatan itu menggunakan pondasi kayu dan sudah rapuh dan terancam ambruk lagi, sehingga anggota Polsek Sepauk, Koramil, dan warga bergotong royong,” ujar Kapolsek Sepauk, Iptu Suwaris, beberapa waktu lalu.

Apabila tidak diperbaiki, tambah Suwaris, mobilitas warga setempat akan terancam lumpuh. Sebab, jembatan Sungai Tempurou merupakan akses utama menuju pusat perbelanjaan dan perkantoran di Kecamatan Sepauk.

“Langkah perbaikan dilakukan guna menciptakan situasi aman, nyaman, dan kondusif,” katanya.

Satu di antara warga Desa Tanjung Ria, Edy mengaku bahwa jembatan tersebut sudah berdiri puluhan tahun. Apalagi jembatan berpondasi kayu itu sudah sangat lama tidak tersentuh pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Sintang.

“Jembatan itu berpondasi kayu karena sudah sangat lama tidak tersentuh pembangunan,” ungkapnya.

Menurut Edy,  jembatan tersebut melalui ruas jalan berstatus Pemerintah Kabupaten Sintang. Dengan dilakukannya aksi gotong royong antara Polri, TNI, dan masyarakat setempat untuk memperbaiki jembatan tersebut, diharapkan mampu menyentil Pemerintah Kabupaten Sintang agar segera melakukan langkah perbaikan jembatan untuk mempermudah akses masyarakat.

“Jika itu tidak segera ditangani, tentu akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Jangan sampai jembatan itu sudah ambruk, baru ditangani,” pungkasnya. (len/lha)