Senin, 23 September 2019


Dua Desa di Kelam Permai Belum Teraliri Listrik

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 127
Dua Desa di Kelam Permai Belum Teraliri Listrik

Ilustrasi desa belum teraliri listrik. (Ist)

Masyarakat Minta Pemerintah Daerah Meninjau Ulang Proposal Mereka

SP - Dua Desa yang ada di Kabupaten Sintang, tepatnya di Kecamatan Kelam Permai, belum teraliri listrik.

Dua desa itu adalah Desa Karya Jaya Bakti dan Desa Mandiri Jaya. Letak kedua Desa, sebenarnya tidak jauh dari Kota Sintang.

Kepala Desa Karya Jaya Bakti, Bendut, beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa dirinya agak kecewa pada Pemerintah Daerah (Pemda). Pasalnya, desa mereka sudah beberapa memberikan proposal permohonan jaringan listrik kepada Pemerintah Kabupaten Sintang.

Menurutnya, sejak 2013 silam, mereka sudah mengajukan, namun hingga kini belum ada tanggapan dari pihak terkait.

Sedangkan ada beberapa desa lain, yang pengajuannya sekitar 2017/2018, bahkan desa tersebut belum lama mekar, tetapi sudah ada tanggapan dari Pemerintah. 

"Entah kenapa desa kami belum ada tanggapan," kata Bendut.

Oleh sebab itu, Bendut meminta agar Pemda Kabupaten Sintang beserta instansi terkait dapat meninjau kembali proposal pengajuan jaringan listrik yang pernah diajukannya. 

"Selama ini, masyarakat di desa kami belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya karena belum ada listrik," imbuhnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Desa Mandiri jaya, Along. Ia juga merasa kesal dan kecewa karena proposal pengajuan listrik desa mereka tak kunjung ditanggapi oleh pemerintah.

"Hal ini masih menjadi tanda tanya bagi kami. Kenapa desa kami yang letaknya tidak jauh dari Kota Sintang, belum ada jaringan listrik," ujar Along.

Menurutnya, desa mereka bisa memasukan dalam RAPBDES untuk PTLS, namun keperluan warga bukan hanya untuk televisi dan lampu, yang hanya bisa untuk tiga atau empat titik bola lampu.

Sementara itu, Camat Kelam Permai, Maryadi membenarkan bahwa dua desa yaitu desa tersebut sudah mengajukan lewat Musrembang sejak 2013.

"Tapi realisasinya tentu ada di tangan PLN. Namun demikian, kami tetap berupaya agar pengajuan mereka bisa ditanggapi," tuturnya. (srs/lha)