Jarot Ajak Pejabat Pemkab Tidak Alergi Kritik

Sintang

Editor Kiwi Dibaca : 97

Jarot Ajak Pejabat Pemkab Tidak Alergi Kritik
PELUNCURAN - Bupati Sintang, Jarot Winarno, melakukan peluncuran program Sintang Menyapa di Ruang Kerja Bupati Sintang, Senin (4/3). Program tersebutu merupakan cara Pemkab Sintang berkomunikasi dengan masyarakat.
SINTANG, SP - Bupati Sintang, Jarot Winarno, melakukan peluncuran program Sintang Menyapa di Ruang Kerja Bupati Sintang, Senin (4/3).

Dalam peluncuran tersebut, Jarot menjadi narasumber pertama pada program kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sintang dengan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Stasiun Sintang.
Kepala LPP RRI Sintang, Leo Syaefuddin menyampaikan, sebelumnya, nama program tersebut adalah Halo Bupati.

 “
Tahun ini, sesuai permintaan Bapak Bupati Sintang, nama programnya kita ubah menjadi Sintang Menyapa. Dengan program ini, berbagai informasi dari pemerintah bisa disampaikan kepada masyarakat," ucapnya.


Sebaliknya, ia melanjutkan, masyarakat juga bisa menyampaikan informasi dan masukan kepada Pemkab Sintang. Setiap Kamis, masyarakat bisa bertanya kepada narasumber.

"Kita akan angkat topik sesuai OPD. Masyarakat bisa berinteraksi melalui line telepon RRI Sintang. Media yang dipercaya dan akurat adalah salah satunya RRI Sintang,” terang Leo.


Di tempat yang sama, Jarot menyampaikan bahwa untuk membangun Sintang perlu pelibatan aktif masyarakat melalui Sintang Menyapa, sehingga terjadi komunikasi dua arah antara Pemkab Sintang dengan masyarakat.

“Ini cara kita menjamin demokrasi dan pembangunan yang baik, maka komunikasi dua arah ini harus dilaksanakan. Sintang Menyapa menjadi media antara Pemkab Sintang dengan masyarakat untuk saling berkomunikasi. Inilah bentuk open government atau Sintang yang terbuka," ujarnya.

Menurut Jarot, sebenarnya ada aplikasi LAPOR. Dirinya juga memiliki akun Instagram yang dikelola sendiri.
"Selama ini, sudah banyak laporan, masukan dan saran kepada saya dan langsung saya respons. Saya mengajak pejabat Pemkab Sintang untuk tidak alergi dengan kritik. Mendengar keluhan masyarakat itu harus dan wajar,” terangnya.

Ia menilai, masyarakat pantas mengeluh dan Pemerintah Daerah harus merespons dengan baik. Namun, Jarot juga minta kesabaran masyarakat. Sebab, 80 persen jalan di Sintang masih jalan tanah. Pemda akan membeton jalan pada titik kerusakan jalan yang parah,


"Doakan supaya proses pengadaan barang dan jasa berjalan cepat dan doakan supaya para masyarakat swasta, supaya saat mengerjakan proyek pemerintah bisa diselesaikan dengan baik. Jangan ragu untuk memberikan masukan kepada kami,” tuturnya.

Saat program Sintang Menyapa berlangsung, beberapa pendengar menyampaikan keluhan, yang dominan tentang infrastruktur di daerah mereka, seperti jalan rusak, genangan air di jalan, kurangnya penerangan. Ada juga yang mengeluhkan anjloknya harga karet dan sawit.

Jarot langsung merespons keluhan-keluhan itu. Ia menjelaskan, Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ) akan melakukan perbaikan jalan dari Semuntai ke Pangkal Baru, namun memang belum dikerjakan karena masih musim hujan.

Kemudian  soal genangan air di Simpang Lima, menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Jalan Nasional. Pemkab Sintang akan membangun drainase di depan Pasar Kenyalang.


"Soal harga karet dan sawit turun ini, memang masalah ekonomi global. Saya minta masyarakat terus berkreasi untuk menanam tanaman yang bernilai ekonomi tinggi. Mudah-mudahan kebijakan pemerintah yang akan membeli karet petani untuk campuran aspal bisa mendongkrak harga karet," katanya. (hms/lha)


Cara Pemkab Berkomunikasi dengan Masyarakat

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sintang, Kurniawan, menyatakan bahwa program Sintang Menyapa akan berlangsung sebanyak 31 kali.

“Hari ini, Bupati Sintang sebagai narasumber. Berikutnya Wakil Bupati Sintang, Ibu Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sintang," ungkapnya.

Kurniawan menuturkan, berdasarkan jadwal yang sudah disusun, Sintang Menyapa akan berlangsung hingga 3 November 2019. Lokasi siaran langsung dialog interaktif Sintang Menyapa, diserahkan pada kesepakatan RRI Sintang dengan OPD yang menjadi narasumber. Siaran bisa di RRI Sintang, bisa juga di lokasi lain.

"Ini merupakan cara Pemkab Sintang berkomunikasi dengan masyarakat. Konsekuensinya Pemda siap menerima masukan dan saran dari masyarakat. Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sintang silakan monitor RRI Sintang setiap Kamis jam 09.00-10.00,” pungkas Kurniawan. (hms/lha)