Jarot Genjot Partisipasi Memilih Masyarakat

Sintang

Editor elgiants Dibaca : 97

Jarot Genjot Partisipasi Memilih Masyarakat
RAKOR - Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka rapat koordinasi kesiapan pemilu serentak tahun 2019 di Kabupaten Sintang, di Gedung Pancasila Sintang, Kamis (14/3). Jarot menilai bahwa partisipasi masyarakat Kabupaten Sintang sangat penting. HUMASPEMDASINT
SINTANG, SP - Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka rapat koordinasi kesiapan pemilu serentak tahun 2019 di Kabupaten Sintang, di Gedung Pancasila Sintang, Kamis (14/3).

Hadir pula pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Kepala Kesbangpol Sintang, Kapolres Sintang, Asisten Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Inspektur Kabupaten Sintang, jajaran TNI/POLRI, dan para tamu undangan. 
Bupati Sintang, Jarot Winarno, mengatakan bahwa ada indikator dalam pelaksanaan pemilihan umum yang sukses.

Satu di antaranya, kata dia, adalah partisipasi masyarakat Kabupaten Sintang yang mencapai 78 persen.
"Hal tersebut menunjukkan bahwa di Sintang, pada Pemilihan Gubernur kemarin mencapai angka 77 persen. Masih kurang sedikit dan ke depannya, bagaimana dari 77 persen tingkat partisipasi masyarakat menjadi 78 persen,” kata Jarot.

Jarot menambahkan, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi, membutuhkan proses yang panjang. Masyarakat harus bisa melewati kendala-kendala dan rintangan teknis, seperti permasalahan perekaman e-KTP dan peraturan pindah memilih.


“Kan, ada tuh yang domisilinya di Kecamatan Serawai, kemudian dia pindah ke Kota Sintang. Jadi, itu yang perlu kita atur sedemikian rupa,” ungkapnya.
Jarot menjelaskan, bahwa setiap kegiatan yang diselenggarakan harus memikirkan solusi terbaik agar tidak terjadi masalah di lapangan.

Menurutnya, jika tingkat partisipasi masyarakat memilih lebih dari 78 persen yang datang ke TPS, maka di TPS itu harus diatur sedemikian rupa.
“Misalkan ada 300 pemilih, satu orang pemilih memiliki waktu lima menit mencoblos, maka total ada 1.500 menit. Jadi, sampai malam lah di TPS itu pencoblosan.

Jadi, ini harus diberikan solusi, seperti menambah bilik suara. Akan tetapi haruslah sesuai dengan peraturan yang ada,” terangnya.
Jarot juga menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang mendukung kegiatan pemilu agar menjadi pesta demokrasi yang baik. Tetapi, kata dia, setiap pemilu ada nilai indikator demokrasi. “Untuk di Indonesia masih kategori sedang.

Dari 11 indikator yang dinilai tadi ada titik lemah, seperti masih ada persekusi, kebebasan berserikat masih terhalangi, di aspek penyelenggaraan peran serta pemerintah masih lemah, kualitas parpol selaku peserta yang masih rendah,” tuturnya. (hms/lha)


Perlu Diadakan Simulasi Pencoblosan

Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward, mengatakan bahwa kegiatan rapat koordinasi kesiapan pemilu serentak dipandang penting, Mengingat, tahun ini, Indonesia menyelenggarakan pesta demokrasi dengan lima jenis surat suara.

“Sehingga, perlu memang untuk menjelaskan kepada masyarakat bagaimana cara memilih dengan baik agar tidak terjadi kerusakan pada surat suara,” ujarnya.

Menurut Jeffray, selain mengadakan sosialisasi kepada masyarakat luas, para pemangku kepentingan yang berada di dalamnya juga untuk dapat menyelenggarakan kegiatan prapencoblosan.
Jeffray menilai, perlu dilaksanakan juga kegiatan simulasi pencoblosan. Sebab, sebelumnya juga pernah diadakan simulasi.

“Ini penting bagi kita, kita coba nanti buatkan simulasi. KPU juga harus punya rencana seperti itu, agar kalau ada kesalahan bisa langsung evaluasi, dan juga masyarakat bisa mengetahui dalam bagaimana memilih dengan baik dan meminimalisir kerusakan surat suara,” pungkasnya. (hms/lha)