Jarot Imbau Masyarakat Junjung Adat Istiadat

Sintang

Editor elgiants Dibaca : 71

Jarot Imbau Masyarakat Junjung Adat Istiadat
MEMBUKA - Bupati Sintang, Jarot Winarno memukul gong untuk membuka Musyarawah III Pusat Paguyuban Warga Jawa (Puspawaja) Kabupaten Sintang yang bertajuk Guyub Rukun Saling Asah, Asih, dan Asuh, di Rumah Adat Melayu Sintang, Minggu (17/3). HUMASPEMKABSIN
SINTANG, SP - Sebagai upaya  regenerasi pengurusan  serta  penyegaran kepengurusan, Pusat  Paguyuban Warga Jawa (Puspawaja) Kabupaten Sintang melaksanakan  Musyarawah III di Rumah Adat  Melayu Sintang  yang secara langsung  dihadiri   Bupati  Sintang, Jarot Winarno, sekaligus membuka acara kegiatan, Minggu (17/3).

Pada kata sambutannya, Jarot mengatakan  bahwa Indonesia yang terdiri dari 17.054 pulau   dengan jumlah 1.340 suku bangsa  dan terdapat 742 bahasa  yang berada di zamrud khatulistiwa indoensia.

"Namun alhamdulillah, sampai saat ini kita masih bersatu, rukun, dan damai. Kita punya Pancasila yang menjaga kesatuan dan persatuan kita," ujarnya.

Menurut Jarot, yang paling penting adalah karena masyarakat tumbuh kesadaran kolektif, kesadaran bersama  bahwa adat istiadat, budaya, dan bahasa harus dijunjung tinggi, sebagaimana masyarakat berbudaya yang selalu berhubungan dengan Tuhan Yang Maha kuasa.

“Seluruh budaya dan adat istiadat kita mengatur bagaimana kita berhubungan dengan sesama masyarakat, sesama individu dengan budaya-budaya yang  lain secara   rukun dan damai, dan seluruh  adat istiadat kita mengatur, bagaimana kita berhubungan dengan  alam semesta," ungkap Jarot.

Dengan diangkatnya adat istiadat, kata dia, akan memperkokoh  kesatuan dan persatuan, sehingga Indonesia masih selama hingga saat ini. Selain itu, Jarot menjelaskan bahwa  Kabupaten Sintang dengan banyak sekali suku  bangsa sebagai kekayaan masyarakat.

Oleh sebab itu, masyarakat harus selalu menjunjung tinggi sebagai kebanggaan yang selalu  hidup berdampingan rukun dam damai di Bumi Senentang. (hms/lha)


Musyawarah Bertujuan Meregenerasi Pengurusan

Wakil Ketua 1 Puspawaja Kabupaten Sintang, Eddy Sunaryo mengatakan, bahwa musyawarah III yang dilaksanakan ini merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan  meregenarasi kepengurusan.

"Mengingat, ketua lama kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan, sehingga diperlukan pembentukan kepengurusan baru," tuturnya. (hms/lha)