Jarot Ajak Masyarakat Binjai Jaga Keberagaman

Sintang

Editor elgiants Dibaca : 69

Jarot Ajak Masyarakat Binjai Jaga Keberagaman
HADIRI - Bupati Sintang, Jarot Winarno, menghadiri pengajian Selapanan Nahdlatul Ulama Kabupaten Sintang dalam rangka Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam 1440 Hijriah di halaman Masjid Jami’ Baiturrohim Desa Binjai Hilir, Kecamatan Binj
SINTANG, SP - Bupati Sintang, Jarot Winarno, menghadiri pengajian Selapanan Nahdlatul Ulama Kabupaten Sintang dalam rangka Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam 1440 Hijriah di halaman Masjid Jami’ Baiturrohim Desa Binjai Hilir, Kecamatan Binjai Hulu, Kabupaten Sintang, kemarin.

Kegiatan bertajuk "“Kita Tingkatkan Iman dan Taqwa, Kita Raih Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Membangun Ukhuwah Islamiyah yang Berakhlaqul Karimah" itu juga dirangkaikan dengan peresmian Masjid Jami’ Baiturrohim Desa Binjai Hilir oleh Bupati Sintang. 

Melalui kesempatan pengajian selapanan tersebut, Jarot mengajak masyarakat Kecamatan Binjai Hulu untuk menjaga keberagaman dan perbedaan yang ada. Terlebih saat ini merupakan tahun politik, sehingga dirinya meminta masyarakat Binjai Hulu untuk tidak mudah terprovokasi dan menyebarkan apabila menerima berita-berita atau kabar hoaks. 

Jarot juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial atau media komunikasi lain yang bisa merusak kebersamaan dan keberagaman yang ada. Jangan sampai pesta demokrasi yang sudah di depan mata, merusak kerukunan karena berbeda pilihan.

“Karena merawat kerukunan kebangsaan itu mahal. Semua harus menahan diri apabila menerima ujaran kebencian, hoaks, dan lainnnya. Saring sebelum sharing. Sebelum menyebar informasi saring dulu informasi itu. Jadi saya yakin, di Binjai ini selalu hidup rukun saja,” ujar Jarot.

Jarot mengaku, bahwa dirinya sangat bangga atas keberadaan Nahdlatul Ulama yang hingga saat ini  mampu merawat dan menjaga kerukunan umat beragama. Mengingat, Indonesia merupakan negara yang besar dengan memiliki 17.054 pulau, 1.340 suku bangsa, dan 742 bahasa, dengan mayoritas umat beragama Islam.

 Namun, tetap bisa hidup rukun dengan agama lain. Menurutnya, hal itulah yang membuktikan bahwa minoritas juga dijaga. Hubungan dengan umat agama lain juga baik di Indonesia, sehingga itu pulalah yang menjadi kebanggaan negara Indonesia. 

“Saya senang dengan Nahdlatul Ulama karena mengajarkan ukhuwah islamiyah, ukhuwah basariyah, ukhuwah batoniah, ukhuwah insaniah yang kokoh. Jadi kerukukan itu mahal harganya, untuk itu kita jaga itu semua. Nah, pengajian selapan ini harus terus dilaksanakan juga,” ungkap Jarot.

Selain itu Jarot juga meminta, dengan telah diresmikannya Masjid Jami’ Baiturrohim,  masyarakat muslim Desa Binjau Hilir harus memakmurkannya. Karena tujuan utama pembangunan masjid bukan pada bentuk fisiknya, tapi bagaimana umat muslim mampu memakmurkannya. 

Masjid juga bukan hanya untuk ibadah, tetapi juga untuk kegiatan umat muslim yang lain seperti pemberdayaan umat, pemberdayaan ekonomi, kegiatan remaja masjid, dan lainnya.

Di tempat yang sama, Ketua Majelis Wilayah Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Binjai Hulu, Aminudin mengatakan, pengajian selapanan ini di laksanakan secara bergantian di masing-masing desa dan dilaksanakan di masjid-masjid yang telah ditentukan oleh MWCNU. 

“Pengajian ini merupakan sarana edukasi, silaturahmi dalam waktu tertentu. Dengan harapan, pengajian yang diselenggarakan ini akan membuahkan kecerdasan spiritual dan batin kepada seluruh umat muslim yang hadir, umummya umat muslim di Kecamatan Binjai Hulu ini,” kata Aminudin. (hms/lha)

Pembangunan Masjid dengan Swadaya Masyarakat

Takmir Masjid Baiturrohim Yusup menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Jami’ Baiturrohim di Desa Binjai Hilir, dimulai sejak 26 Oktober 2005 silam. Pembangunan menghabiskan anggaran sekitar Rp1.260.000.000 melalui swadaya masyarakat muslim di Desa Binjai Hilir. 

“Awalnya, 2005 lalu, kami lakukan pengumpulan dana lima ribuan rupiah dari kaplingan sawit. Kemudian selang beberapa tahun, kami kumpulkan Rp30 ribuan per kaplingan dan sampai sekarang sudah terbangun seperti ini.  Juga ada beberapa donatur yang pernah membantu,” kata Yusup. 

Yusup menambahkan, ke depan akan dibangun pagar keliling masjid tersebut yang diperkirakan memakan dana sekitar Rp440 juta. Saat ini, sudah terkumpul dana sekitar Rp60 juta melalui iuran rutin yang dilakukan warga seperti untuk membangun masjid Jami’ Baiturrohim. (hms/lha)