Rabu, 20 November 2019


Satpol PP Landak Razia ASN Bolos

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 156
Satpol PP Landak Razia ASN Bolos

RAZIA - Salah satu ASN di Lingkungan Pemkab Landak terjaring operasi penertiban oleh Satpol PP Landak, Selasa (19/3). Mereka langsung diminta menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatan berkeliaran di pasar pada jam kerja.

NGABANG, SP - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Landak melakukan operasi penertiban Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Landak yang berkeliaran pada jam kantor. Penertiban tersebut dilakukan di sekitar pasar Kota Ngabang, Selasa (19/3). 

Dibagi tiga kelompok, mereka menyisir sejumlah warung kopi, mini market dan pusat keramaian lainnya. Operasi yang dilakukan dari pagi hingga siang hari, berhasil dijaring delapan ASN berkeliaran di Pasar Ngabang. Mereka semuanya berstatus tenaga guru.

Kabid Trantibmas Satpol PP Landak yang memimpin operasi penertiban, Ya Jayadi mengatakan, operasi penertiban itu juga dibantu personel Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Landak.

"Sebelum melakukan penertiban, kami koordinasi dengan pihak BKPSDM Landak melalui Kepala BKPSDM dan Kabid Disiplin BKPSDM Landak," ujarnya.

Menurut dia, disiplin pegawai itu memang harus ditegakkan. Selain itu, juga karena mereka kami sebagai penegak Perda dan Perkada serta undang-undang.

“Makanya kami melaksanakan operasi penertiban ini. Apalagi penetapan jam kantor di Pemkab Landak dimulai pukul 07.30 WIB hingga pukul 15.30 WIB. Istirahat dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB," kata Jayadi.

Ia berharap, kepada ASN di Pemkab Landak supaya tetap berada di kantor pada saat jam kerja. Dengan demikian, semuanya pekerjaan bisa dilakukan secara maksimal.

"Apalagi selama ini banyak keluhan dari sejumlah pejabat yang mengatakan bahwa banyaknya ASN yang berada di pasar pada jam kerja. Makanya kami buktikan dengan melakukan operasi penertiban. Ternyata masih ada ASN yang berkeliaran di pasar pada jam kantor," terangnya.

Ia berjanji, operasi penertiban itu akan dilakukan secara rutin dengan waktu yang tidak ditentukan.

"Bagi ASN yang terjaring pada razia ini, kita minta mereka untuk membuat surat pernyataan tidak lagi mengulangi perbuatannya. Surat itu akan kita sampaikan kepada BKPSDM Landak," katanya. 

Dia menambahkan, pihaknya memang tidak serta merta melakukan sanksi disiplin. 

"Tapi kita melakukan pembinaan terhadap ASN bersangkutan. Namun kalau sering terjaring dalam razia, kami tentu akan melakukan penegakan disiplin kepada ASN bersangkutan secara berjenjang. Kami membuat laporan dan yang memberikan sanksi disiplin yakni BKPSDM Landak," terangnya.

Jayadi menegaskan, pada dasarnya Satpol PP Landak tidak melarang para ASN untuk bepergian pada jam kantor. Apalagi dalam rangka tujuan dinas.

Dia yakin, ada ASN yang keluar kantor untuk menjemput anaknya sekolah. Tapi setidaknya dibuatlah surat izin keluar dari pimpinan institusi bersangkutan. 

“Dengan demikian, jika terjaring razia, kami tidak akan menjaringnya karena sudah ada surat izin keluar. Namun, kalau sudah selesai jemput anak, silahkan kembali lagi ke kantor. Apalagi jika masih jam kantor," pintanya.

Sementara itu, Kasubid Disiplin Pegawai dan Penghargaan Pegawai BKPSDM Landak, Melki Efendi mengatakan, ranah dari pelaksanaan operasi penertiban ASN merupakan ranah dari Satpol PP Landak.

"Atas instruksi pimpinan, kamipun mengawal operasi penertiban ini. Sebab, setelah para ASN yang terjaring membuat pernyataan, selanjutnya akan dilakukan pembinaan. Pembinaan itu akan disampaikan kepada pimpinan instansi masing-masing," ujarnya.

Ia menegaskan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN, jika ada ASN yang terjaring beberapa kali dalam operasi penertiban, BKPSDM akan menyampaikan kepada atasan langsung.

"Karena itu merupakan aturan yang berjenjang, maka atasan langsung wajib memberikan hukuman disiplin sesuai dengan aturan yang telah dilanggar. Teguran itu disampaikan secara lisan, tertulis dan sampailah kepada pelimpahan ke BKPSDM," jelasnya.

Untuk operasi penertiban selanjutnya, BKPSDM Landak tetap akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP Landak.

"Sebab, tindak lanjut selanjutnya akan menentukan seberapa besar pengaruh dari pelaksanaan razia ini untuk ke depannya," katanya. (dvi/ang)

Warga Beri Dukungan 

Salah satu masyarakat Landak, Fidelius sangat menyambut baik adanya operasi penertiban ASN yang masih berkeliaran di pasar pada jam kantor. 

"Saya selaku masyarakat merespons positif upaya yang dilakukan Satpol PP Landak dengan melakukan penertiban terhadap ASN yang masih berkeliaran pada jam kantor. Kalau tidak salah saya, razia penertiban terhadap ASN ini merupakan razia pertama yang dilakukan Satpol PP Landak," ujar Fidelius. 

Dikatakannya, jika para ASN masih berkeliaran pada jam kantor, tentunya akan menghambat kerja di kantor ASN bersangkutan. Apalagi jika ASN itu bekerja di instansi layanan publik. 

"Sebut saja seperti Disdukcapil yang setiap hari banyak masyarakat yang berurusan di instansi itu untuk mengurus administrasi kependudukan. Jika ASN yang menangani administrasi kependudukan itu tidak berada ditempat, jelas akan menghambat urusan masyarakat. Yang rugi tentunya masyarakat itu sendiri," katanya.

Dia meminta kepada para ASN dilingkungan Pemkab Landak supaya tidak berkeliaran pada jam kantor. 

"Jika mereka mau keluar kantor, setidaknya yang bersangkutan bisa berbekal surat izin keluar dari kepala instansi bersangkutan," harapnya. (dvi/ang)