Selasa, 17 September 2019


Lomba Sampan Bidar Kesultanan Sintang

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 147
Lomba Sampan Bidar Kesultanan Sintang

WARNAWARNI- Sampan-sampan bidar yang ikut berlomba tampak beraneka warna memenuhi sungai kapuas. DOK.

SINTANG, SP- Wakil Bupati Sintang melalui Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang Drs. Hatta, membuka kegiatan festival Bidar Race Kesultanan Sintang tahun 2019 di kawasan Taman Bungur Sintang, Sabtu (6/4/) pagi.

Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut Dandim 1205/Sintang, Sultan Sintang, Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, Ketua Koni Kabupaten Sintang dan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Kadis Perhubungan Kabupaten Sintang Hatta mengatakan Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi di gelarnya kegiatan festival Bidar Race Kesultanan Sintang yang di gelar, karena merupakan wujud pelestarian tradisi peradaban masyarakat Sintang yang sejak dahulu sudah menggunakan sampan dalam berbagai kegiatan dan juga sebagai wujud untuk membuat masyarakat Sintang yang sehat sesuai dengan visi pembangunan
Pemerintah Kabupaten Sintang. 

“kita memang tidak lagi secara total menggunakan transportasi air, tetapi dengan mengubahnya menjadi even perlombaan, berarti kita ikut berperan aktif melestarikan budaya lokal” kata Hatta pada kesempatan tersebut.

Selain itu juga dikatakan Hatta bahwa kegiatan olahraga seperti ini merupakan wadah untuk mempererat persatuan dan kesatuan, karena di dalam olahraga masyarakat tidak memandang suku atau golongan melainkan kekompakan dan prestasi. Untuk itulah dirinya berharap kegiatan tersebut dapat memasyarakatkan olahraga sampan tradisonal dan menjaring bibit-bibit atlit berbakat serta memberikan hiburan kepada masyarakat luas. 

“saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat semangat persatuan dan kesatuan serta kekompakan demi memajukan Sintang khususnya dan daerah lain umunya, kiranya juga peserta selalu bersemangat baik pada saat mengikuti kegiatan ini maupun kegiatan lainnya kedepan, saya juga berharap adanya pembinaan terhadap para atlit sampan bidar agar kegiatan menyampan dapat terus digemari oleh pemuda sintang” harap Hatta.

Ketua Panitia kegiatan Musliadi mengatakan kegiatan festival Bidar Race Kesultanan Sintang ini di gelar sebagai upaya untuk menimbulkan semangat masyarakat untuk melestarikan olahraga tradisional Sampan Bidar di Kabupaten Sintang, sehingga tidak hilang kedepannya. 

Selain itu juga kegiatan ini merupakan keinginan Sultan Sintang untuk mengangkat budaya daerah sehingga kedepan lebih maju dan berkembang bahkan bisa menjadi kalender nasional serta go internasional.

“lomba sampan bidar ini diikuti oleh 88 peserta dari empat kabupaten yakni Sintang 32 club, Melawi 1 club, Sekadau 52 club dan Sanggau 1 club. Sistem lombanya terdiri dari 24 race untuk babak penyisihan, dalam satu race itu terdiri dari 4 team sampan dengan 8 pendayung utama dan 2 cadangan” jelas Musliadi.

Musliadi menambahkan para pemenang nanti akan mendapatkan uang pembinaan yang sudah di siapkan yakni untuk Juara 1 mendapatkan uang pembinaan 10 juta dan 10 karung beras, juara 2 mendapatkan uang pembinaan 8 juta dan 10 karung beras, juara 3 mendapatkan uang pembinaan 6 juta dan 10 karung beras serta untuk juara 4 mendapatkan uang pembinaan 4 juta dan 10 karung beras. 

“untuk hari sabtu babak penyisihannya dan final di hari minggu sekaligus penyerahan hadian bagi para pemenangnya”pungkasnya

Upaya Mempertahankan Tradisi

Sementara itu Sultan Sintang Pangeran Ratu Sri Negara HRM Ikhsan Perdana mengatakan selain sebagai upaya untuk menjaring bibit-bibit atlet sampan bidar yang nantinya bisa ikut dalam event-event besar sampan bidar, kegiatan ini juga sebagai upaya mempertahankan tradisi yang sudah sejak lama ada karena hampir semua Kerajaan/Kesultanan di Kalbar ini menjadikan sampan bidar sebagi sebuah tradisi yang di perlombakan, salah satunya Kesultanan Sintang ini. 

“selain itu juga lomba ini sebagai bentuk pengembangan wisata air sungai, sehingga perlu terus di kembangkan dan di rencanakan dengan matang sehingga akan menjadi kalender event wisata sungai”ujar Sultan.

Selain lomba festival sampan bidar, yang perlu juga di kembangkan dan di lestarikan kata Sultan
adalah adanya lomba Perahu Kemudi Sorong.

“lomba perahu kemudi sorong ini sudah tidak lagi diadakan sejak 2011 lalu, sehingga ini bisa jadi perhatian pemerintah dan nanti bisa jadi dipertimbangkan untuk kembali diadakan lombanya” tambah Sultan (hms/nak)